Home Finance PBB Warning Bahaya, Teriak Bencana Luar Biasa Akan Datang ke Bumi
Finance

PBB Warning Bahaya, Teriak Bencana Luar Biasa Akan Datang ke Bumi

Share
PBB Warning Bahaya, Teriak Bencana Luar Biasa Akan Datang ke Bumi
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada hari Kamis mengeluarkan peringatan keras bahwa fenomena iklim El Nino kini semakin menguat menjadi ukuran “super” atau raksasa. Fenomena ekstrem ini diproyeksikan akan terus bertahan hingga Februari 2027, meningkatkan risiko banjir bandang, kekeringan parah, hingga gelombang panas ekstrem di banyak negara.

Mengutip CNBC International, Jumat (4/9/2026), Sekretaris Jenderal Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) PBB, Celeste Saulo, membeberkan skala ancaman mengerikan dari fenomena tersebut terhadap masyarakat global.

“Ini memiliki potensi untuk memberikan pukulan telak bagi masyarakat dan ekonomi di seluruh dunia,” ungkapnya.

Kawasan Asia-Pasifik dan Amerika Latin dipastikan akan menanggung beban terberat dari dampak langsung tersebut. Namun, seluruh dunia bersiap untuk merasakan efek dominonya pada komoditas utama mulai dari jagung, kakao, kopi, hingga pasokan energi global.

“Kami sudah melihat gangguan dan kehancuran akibat kekeringan dan banjir dan kami memperkirakan dampak ini akan meningkat saat El Nino semakin menguat,” paparnya.

Dampak buruk ini telah terkonfirmasi melalui laporan Oxfam pada bulan Agustus yang mengaitkan El Nino dengan cuaca tak menentu dan kekeringan di Guatemala, Honduras, dan El Salvador yang berujung pada kerugian panen yang sangat parah. El Salvador bahkan telah mengumumkan keadaan darurat nasional pada 25 Agustus lalu.

Di saat yang bersamaan, Indonesia kini tengah berjuang melawan kebakaran hutan yang menghancurkan. Di India, musim hujan yang lebih lemah diperkirakan akan mengganggu pertumbuhan padi, tebu, kapas, hingga kedelai. Sementara itu, para pejabat di Peru mengakui bahwa penangkapan ikan teri yang biasa digunakan untuk pakan ternak kini telah menghadapi pukulan telak.

Sektor energi pun tak luput dari ancaman krisis. Cuaca ekstrem diperkirakan akan memberikan dampak tak terduga pada pembangkit dan permintaan energi global, memicu potensi gangguan pada produksi pembangkit listrik tenaga air, angin, dan surya, serta operasional penyulingan minyak, gas, dan pertambangan. Menanggapi eskalasi yang tak terbendung ini, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyoroti bahwa El Nino sedang membesar secara nyata di depan mata.

“Dunia berada di zona bahaya cuaca ekstrem. Perlombaan sekarang adalah antara meningkatnya risiko dan komitmen kita untuk mengambil tindakan iklim dan melindungi manusia. Kita harus memenangkan perlombaan itu,” tegasnya.

Sebagai informasi, peristiwa El Nino (yang berarti “anak laki-laki” dalam bahasa Spanyol) merupakan pola iklim alami yang berosilasi dengan La Nina setiap dua hingga tujuh tahun. Peristiwa ini terpicu ketika suhu laut di Pasifik timur tropis naik 0,5 derajat Celcius di atas rata-rata jangka panjang.

WMO mencatat suhu permukaan laut mencapai lebih dari 2 derajat Celcius di atas normal pada bulan Juli, dan melonjak pada kisaran 2,2 hingga 2,6 derajat Celcius di atas normal pada periode akhir Juli hingga pertengahan Agustus. Peringatan kian nyata karena penelitian WMO menunjukkan bagian bawah permukaan laut menyimpan kehangatan yang jauh lebih luar biasa, dengan suhu lebih dari 8 derajat Celcius di atas rata-rata selama Juli dan awal Agustus.

(tps/tps)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *