Home Finance Pedagang di Glodok Kipas-Kipas Duit Puluhan Juta Rupiah-Omzet Naik 30%
Finance

Pedagang di Glodok Kipas-Kipas Duit Puluhan Juta Rupiah-Omzet Naik 30%

Share
Pedagang di Glodok Kipas-Kipas Duit Puluhan Juta Rupiah-Omzet Naik 30%
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Pedagang kipas angin dan AC di Kawasan Glodok Jakarta Barat mengaku penjualan mengalami kenaikan cukup signifikan sejak cuaca panas yang melanda Jabodetabek, di mana banyak masyarakat yang membutuhkan kipas angin dan AC.

Seperti diketahui, saat ini musim kemarau yang melanda ditambah dengan fenomena El Nino dan indeks IOD positif, membuat cuaca lebih panas dan kering, minim tutupan awan. BMKG mencatat suhu maksimum harian yang tinggi. Di antaranya, suhu udara maksimum tercatat mencapai 38,5°C di Jawa Barat serta 38°C di Lampung dan Jawa Tengah pada tanggal 17 Oktober 2026, sementara di Jawa Timur suhu maksimum mencapai 38°C pada tanggal 16 Oktober 2026.

Ternyata, di balik musim kemarau yang lebih panas seperti saat ini pedagang kipas angin dan AC di Glodok mendapat dampak positifnya. Surya, pedagang kipas angin di Glodok mengaku ada kenaikan penjualan hingga berkisar 20-30% sejak terjadinya cuaca panas ekstrem di Jabodetabek.

“Lagi panas-panasnya begini, banyak nyari kipas, yang mungkin enggak mampu beli AC ya, naiknya bisa capai 20-30%, yang sebelumnya saat musim hujan cuma dapat jutaan rupiah, sekarang sepertinya puluhan juta juga sudah dapat lagi,” kata Surya saat ditemui CNBC Indonesia, Selasa (20/10/2026).

Harganya yang cukup terjangkau membuat banyak pembeli yang mengincar kipas angin. Untuk termurah saja bisa mencapai Rp 200 ribuan. Apalagi, pihaknya juga memberikan diskon.

“Di sini harganya terjangkau, ditambah juga ada diskon, misalnya CKE Standing Fan, harga aslinya Rp2,34 juta, diskon jadi Rp 2,22 juta,” terang Surya.

Begitu juga Wawan, di mana ada kenaikan penjualan saat cuaca Jakarta dan sekitarnya cukup panas. Kenaikannya pun mencapai 20% sejak cuaca panas melanda Jabodetabek sekitar sebulan terakhir.

“Makin ramai yang cari kipas, karena memang cuaca Jakarta itu panas banget ya, apalagi yang di gudang-gudang. Itu butuh penyejuk Udara, kan enggak mungkin pakai AC, pasti pakai kipas, ya sebulan terakhir, penjualan naik 20%,” kata Wawan.

Ia juga memberikan diskon menarik bagi pembeli yang akan membeli kipas di tokonya.

“Ada diskon juga, jadi makin terjangkau harganya,” ujar Wawan.

Sementara itu, Delvin, pedagang elektronik termasuk AC juga mengaku penjualan naik hingga 20%, meski harga AC di tokonya mencapai sekitar Rp 2,5 juta hingga Rp 4 juta.

“Lumayan naik penjualannya, ada sekitar 20% mungkin ya, ini saja stoknya tinggal sedikit, jadi enggak kami taruh di etalase,” kata Delvin.

Pihaknya mengatakan jika ada pembeli yang ingin membeli, bisa bertanya terlebih dahulu bagaimana AC yang diinginkan, mengingat pilihan AC bergantung pada luas ruangan.

“Kalau mau beli, karena kita enggak pampang di etalase, jadi bisa ditanya-tanya dulu, mau berapa PK, ruangannya seberapa besar, dan lain-lain,” ungkap Delvin.




Pedagang kipas dan AC di kawasan Glodok Jakarta Barat, Selasa, 20/10. (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)Pedagang kipas dan AC di kawasan Glodok Jakarta Barat, Selasa, 20/10. (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata) Foto: (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

(dce)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *