
Jakarta, CNBC Indonesia – Pasca bencana banjir hingga longsor di Sumatera pada November 2025 silam, pemerintah menganggap aktivitas ekonomi masyarakat terdampak, seperti di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, mulai pulih.
Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera mengklaim aktivitas ekonomi yang pulih di Sumatera terlihat dari kembali berfungsinya pasar rakyat, meningkatnya akses pembiayaan usaha, hingga berjalannya aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah terdampak.
“Untuk per hari ini aktivasi pasar rakyat itu di Aceh sudah 90%, kemudian di Sumut dan Sumbar sudah 100%,” ujar Juru Bicara (Jubir) Satgas PRR Amran saat konferensi pers di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, dikutip Kamis (8/10/2026).
Menurut Amran, kembali berfungsinya pasar rakyat menjadi salah satu indikator kegiatan perdagangan dan aktivitas ekonomi masyarakat mulai pulih. Pergerakan tersebut juga terlihat dari aktivitas pembiayaan usaha melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Per 5 Oktober 2026, kata Amran, sebanyak 121.984 debitur KUR di Aceh, 44.049 debitur di Sumut, dan 27.670 debitur di Sumbar. Data itu menurutnya menunjukkan masyarakat mulai kembali mengakses pembiayaan untuk menjalankan dan mengembangkan kegiatan usahanya.
“Ini menandakan bahwa program yang sudah bergerak, masyarakat sudah mulai bangkit kembali dalam perekonomian,” kata Amran yang merupakan Direktur Kawasan, Perkotaan, dan Batas Negara Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kemendagri.
Selain perdagangan dan pembiayaan, aktivitas UMKM juga terus bergerak. Hingga 26 Agustus 2026, tercatat sebanyak 40.634.395 transaksi UMKM melalui perdagangan elektronik.
Pemulihan ekonomi masyarakat juga didukung melalui penyaluran bantuan. Penyaluran tersebut terus dikawal untuk mendukung kebutuhan masyarakat selama proses pemulihan pascabencana.
Pada sektor pertanian, pemulihan lahan sawah juga terus dilakukan. Di Aceh, konstruksi pemulihan telah mencapai 56,71 persen atau 17.844 hektare. Di Sumut, pemulihan telah mencapai 96,57 persen atau 7.085 hektare, sedangkan di Sumbar telah mencapai 100 persen atau 3.902 hektare lahan terdampak.
Pemulihan juga mencakup sektor kelautan dan perikanan, antara lain melalui pemulihan budi daya ikan, bantuan perikanan tangkap, rehabilitasi tambak seluas 10,88 hektare, serta penguatan pengolahan dan pemasaran ikan melalui bantuan sarana pendukung.
(arj/arj)
Leave a comment