RDF Rorotan seluas 7,87 hektare mampu mengolah 2.500 ton sampah per hari dari 16 kecamatan, membantu mengurangi beban TPST Bantargebang.
RDF Rorotan seluas 7,87 hektare mampu mengolah 2.500 ton sampah per hari dari 16 kecamatan, membantu mengurangi beban TPST Bantargebang.

Sejumlah pekerja beraktivitas di kawasan RDF Rorotan, Jakarta, Senin (10/8/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Fasilitas seluas 7,87 hektare itu dibangun sejak Mei 2024 dengan anggaran Rp1,28 triliun. RDF Rorotan juga dilengkapi teknologi pengendalian bau. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Di RDF Rorotan, sejumlah pekerja terlihat mengolah sampah yang masuk ke fasilitas tersebut. RDF ini dirancang mengolah hingga 2.500 ton sampah per hari dari 16 kecamatan di Jakarta. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut tingkat pemilahan sampah di Jakarta telah mencapai 23,14 persen hingga awal Agustus 2026. Menurutnya, pemilahan sampah kini mulai menjadi gerakan di berbagai wilayah. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Hasil pengolahan RDF Rorotan terdiri dari 35-40 persen produk RDF, 1-2 persen material daur ulang, dan sekitar 15 persen residu. Fasilitas ini menjadi bagian dari upaya mengurangi beban TPST Bantargebang. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

TPST Bantargebang sendiri menerima sekitar 7.200-7.700 ton sampah setiap hari. RDF Rorotan dan RDF Bantargebang menjadi dua fasilitas pengolahan sampah yang ditujukan untuk mengurangi beban tersebut. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Excepteur sint occaecat cupidatat non proident
Leave a comment