Home Finance Peneliti BRIN Warning El Nino Terkuat dan Terlama 2026, Ini Dampaknya
Finance

Peneliti BRIN Warning El Nino Terkuat dan Terlama 2026, Ini Dampaknya

Share
Peneliti BRIN Warning El Nino Terkuat dan Terlama 2026, Ini Dampaknya
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Fenomena El Nino yang ditandai dengan pemanasan suhu permukaan air laut di atas normal di Samudra Pasifik tengah hingga timur, telah menjadi sorotan dunia. Fenomena yang memicu kekeringan ini juga menjadi faktor pendukung dalam insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) besar-besaran di Kalimantan dan beberapa wilayah lain di Indonesia.

Profesor Riset di Pusat Penelitian Iklim dan Atmosfer BRIN, Erma Yulihastin, mengatakan saat ini El Nino sudah menyentuh +2,5 derajat Celcius, menurut data Bureau of Meteorology (BoM). Intensitasnya diprediksi mencapai maksimum +3 derajat Celcius pada November-Desember 2026.




Grafik Pembaruan Super El Niño: fenomena ini kini telah mencapai intensitas +2,5 Derajat Celsius berdasarkan data BOM dan diperkirakan mencapai puncaknya dengan intensitas lebih dari +3 Derajat Celsius pada November–Desember 2026, menurut proyeksi BOM dan ECMWF. (X/@EYulihastin)Grafik Pembaruan Super El Niño: fenomena ini kini telah mencapai intensitas +2,5 Derajat Celsius berdasarkan data BOM dan diperkirakan mencapai puncaknya dengan intensitas lebih dari +3 Derajat Celsius pada November–Desember 2026, menurut proyeksi BOM dan ECMWF. (X/@EYulihastin) Foto: Grafik Pembaruan Super El Niño: fenomena ini kini telah mencapai intensitas +2,5 Derajat Celsius berdasarkan data BOM dan diperkirakan mencapai puncaknya dengan intensitas lebih dari +3 Derajat Celsius pada November–Desember 2026, menurut proyeksi BOM dan ECMWF. (X/@EYulihastin)




Grafik Pembaruan Super El Niño: fenomena ini kini telah mencapai intensitas +2,5 Derajat Celsius berdasarkan data BOM dan diperkirakan mencapai puncaknya dengan intensitas lebih dari +3 Derajat Celsius pada November–Desember 2026, menurut proyeksi BOM dan ECMWF. (X/@EYulihastin)Grafik Pembaruan Super El Niño: fenomena ini kini telah mencapai intensitas +2,5 Derajat Celsius berdasarkan data BOM dan diperkirakan mencapai puncaknya dengan intensitas lebih dari +3 Derajat Celsius pada November–Desember 2026, menurut proyeksi BOM dan ECMWF. (X/@EYulihastin) Foto: Grafik Pembaruan Super El Niño: fenomena ini kini telah mencapai intensitas +2,5 Derajat Celsius berdasarkan data BOM dan diperkirakan mencapai puncaknya dengan intensitas lebih dari +3 Derajat Celsius pada November–Desember 2026, menurut proyeksi BOM dan ECMWF. (X/@EYulihastin)

“Bukti nyata Super El Nino telah benar-benar terjadi pada tahun ini dan bakal mencapai puncak pada tahun ini pula. Hingga Maret 2026, El Nino diprediksi oleh ECMWF masih kategori super. Kekuatan Super melebihi +3°C mencetak rekor sebagai intensitas terkuat dalam sejarah,” dikutip dari unggahan X Erma Yulihastin, Kamis (10/9/2026).

Lebih lanjut, Erma mengatakan wilauah tertentu di selatan ekuator akan mengalami musim kemarau hingga November 2026. Selanjutnya baru masuk musim hujan pada Desember 2026.

Erma menegaskan bahwa Super El Nino 2026 menjadi yang terkuat dan terlama. Selain intensitas terkuat hingga +3 derajat Celcius, El Nino juga sudah terjadi sejak Agustus 2026, sehingga mencatat durasi terlama.

Dampaknya, Super El Nino memperpanjang musim kemarau dan menunda musim hujan untuk wilayah selatan ekuator dengan cara melemahkan monsun Asia.

(fab/fab)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *