Home Finance Penelitian Kaji Hubungan Antara Reinkarnasi dan Mati Cepat
Finance

Penelitian Kaji Hubungan Antara Reinkarnasi dan Mati Cepat

Share
Penelitian Kaji Hubungan Antara Reinkarnasi dan Mati Cepat
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Sebuah studi terbaru menemukan hubungan antara penyebab kematian seseorang dan waktu kemunculan klaim reinkarnasi atau kelahiran kembali. Penelitian menunjukkan, orang yang meninggal secara tidak wajar cenderung memiliki jeda waktu lebih singkat sebelum seseorang mengaku mengingat kehidupan masa lalunya.

Studi yang dilakukan tim peneliti dari Division of Perceptual Studies, University of Virginia, Amerika Serikat, itu menganalisis 2.254 laporan kasus yang dikaitkan dengan ingatan kehidupan masa lalu. Sebanyak 74% kasus dinilai memiliki kecocokan antara detail kehidupan yang diceritakan seseorang dan identitas orang yang telah meninggal.

Penelitian tersebut menemukan median waktu antara kematian seseorang dan klaim kelahiran kembali mencapai 16 bulan. Namun, pada kasus kematian tak terduga, jeda waktu tersebut tercatat 40% lebih singkat.

Penulis utama penelitian, Saeedeh Sadeghi, mengatakan timnya ingin menguji temuan penelitian sebelumnya menggunakan kumpulan data yang lebih besar.

“Kami ingin menguji hubungan tersebut secara lebih sistematis dan melihat apakah hal itu dapat dijelaskan oleh pengaruh budaya atau psikologis. Yang mengejutkan kami, hubungan tersebut tetap ada ketika kami mengujinya pada jumlah kasus yang jauh lebih besar, dan faktor sosial serta psikologis yang kami periksa tidak dapat menjelaskannya,” kata Sadeghi, dikutip dari IFL Science, Rabu (21/10/2026).

Meski demikian, para peneliti menegaskan hubungan yang ditemukan relatif kecil. Temuan tersebut hanya menjelaskan sekitar 2%-3% variasi waktu antara kematian dan klaim reinkarnasi.

Penelitian ini juga tidak membuktikan bahwa reinkarnasi benar-benar terjadi. Para peneliti mengakui masih sulit mengesampingkan kemungkinan perpindahan informasi antara keluarga dan komunitas, pengaruh budaya, serta bias dalam mengidentifikasi kecocokan antara cerita kehidupan masa lalu dan orang yang telah meninggal.

Karena itu, temuan tersebut belum cukup kuat untuk menjadi bukti ilmiah reinkarnasi.

Marieta Pehlivanova, salah satu peneliti, berharap studi ini mendorong penelitian lebih lanjut untuk menguji pola yang lebih luas, bukan hanya mengandalkan kasus individual.

“Mekanisme yang mendasari temuan ini saat ini belum jelas, tetapi hal itu justru memberi kita lebih banyak alasan untuk terus mencari tahu, bukan mengabaikannya,” kata Pehlivanova.

(dem/dem)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *