
Jakarta, CNBC Indonesia – Kencan bisa jadi kuis tanpa jawaban. Anda akan diliputi banyak pertanyaan usai kencan, termasuk apakah orang itu menyukai Anda.
Jika penasaran, Anda bisa mengecek tanda-tanda dari sebuah penelitian dari LIVELab McMaster. Penulis Utama Andrew Chang dan timnya melakukan analisa dari gestur tubuh dan bagaimana serasinya gerakan tubuh satu sama lain.
“Saat orang-orang melakukan koordinasi tindakan bersamaan, melakukan percakapan, menjalani sesi psikoterapi atau memainkan musik dalam ansambel, gerakan tubuh mereka cenderung saling terkait,” kata tim peneliti dikutip dari IFL Science, Senin (5/10/2026).
Lebih lanjut mereka menjelaskan gerakan tubuh menjadi tindakan individu yang berlanjut dari waktu ke waktu. Gerakan tubuh juga kurang dipengaruhi persyaratan gerakan disengaja seperti pada tangan atau lengan.
Untuk mengetahuinya, tim peneliti memasang penanda penangkap gerakan pada peserta kencan kilat. Para subjek penelitian juga melakukan kencan empat menit yang difilmkan dengan kamera inframerah.
Selain itu peserta diminta untuk mengisi kuesioner soal hubungan, seperti apakah mencari hubungan jangka panjang dan ingin bertemu peserta lain untuk kencan kedua. Terakhir adalah mengontrol seberapa menarik peserta.
Menurut tim penelitian, gerakan tubuh bisa memprediksi minat seseorang pada hubungan jangka panjang. Termasuk saat mengontrol daya tarik fisik yang mereka rasa.
“Secara spesifik, peserta punya minat lebih tinggi pada hubungan jangka panjang jika dinamika gerakan tubuh lebih baik memprediksi gerakan tubuh pasangan mereka, bahkan saat mengontrol daya tarik fisik yang dirasakan,” jelas penelitian tersebut.
Keterkaitan itu disebut tim peneliti akan mencerminkan kualitas komunikasi antarpersonal yang mengungkapkan tingkat kesesuaian karakteristik kepribadian.
Selain itu, penelitian juga melihat apakah musik dapat mendorong gerakan tubuh pasangan dan berdampak pada ketertarikan romantis. Para pasangan diperdengarkan musik lembut dan sejumlah pasangan lainya mendengarkan lagu berirama cepat.
Hasilnya 45% peserta ingin berkencan lagi yang mendengarkan musik lembut dan 50% pada mereka yang mendengarkan lagu cepat.
“Ini menunjukkan musik yang mendorong gerakan terkoordinasi bisa menghasilkan perasaan keterhubungan lebih besar dan keinginan untuk kencan kedua yang besar,” kata Chang.
(dem/dem)
Leave a comment