Home Finance Pengusaha Susun Jurus Hadapi Ketidakpastian, Siapkan Bantalan Krisis
Finance

Pengusaha Susun Jurus Hadapi Ketidakpastian, Siapkan Bantalan Krisis

Share
Pengusaha Susun Jurus Hadapi Ketidakpastian, Siapkan Bantalan Krisis
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyiapkan tiga fokus rekomendasi untuk memperkuat ketahanan dunia usaha di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ketiga fokus tersebut mencakup bantalan untuk menghadapi krisis, ketersediaan bahan baku bagi produksi rakyat, hingga kepastian usaha.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengatakan, tantangan ekonomi global menuntut Indonesia memperkuat fundamental ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing. Hal ini menjadi salah satu pembahasan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin 2026.

Menurut Anindya, tiga fokus rekomendasi tersebut akan menjadi kerangka pembahasan dalam Rapimnas untuk menentukan arah kerja Kadin ke depan.

“Akan dibahas, tapi kurang lebih kerangkanya ada tiga rekomendasi Rapimnas Kadin. Tentu ujungnya nanti akan dibahas lebih lanjut lagi. Yang pertama, bagaimana kita mempunyai bantalan menghadapi krisis,” kata Anindya dalam pembukaan Rapimnas Kadin 2026, Kamis (29/10/2026).

“Dan yang kedua, kita juga mempunyai bahan baku untuk produksi rakyat. Ketiga, kepastian berusaha untuk Indonesia mendunia,” sambungnya.

Anindya menjelaskan, penguatan ketahanan ekonomi menjadi penting di tengah kondisi global yang tidak menentu. Dia mencontohkan sejumlah negara yang mulai menyiapkan cadangan darurat untuk menghadapi situasi krisis, termasuk kebutuhan energi dan kesiapsiagaan bencana.

“Pertama-tama mungkin sudah sadar bahwa dunia sedang membangun cadangan darurat. Dan ini bukan negara-negara kecil. Amerika Serikat mengatakan 90 hari untuk cadangan BBM. Lalu Inggris meminta warganya 72 jam untuk bisa swasembada, dan siaga bencana 3 hari, setiap rumah mesti punya stok. Jadi ini adalah keadaan yang kita hadapi pada saat ini,” ujarnya.

Dalam situasi tersebut, Anindya menilai Indonesia perlu memperkuat ketahanan pangan, air, dan energi sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan nasional.

“Bersamaan, Indonesia juga tentunya membangun ketahanan pangan, air, dan energi, di tengah dunia yang tidak pasti ini. Karena kita mengerti bahwa ketahanan daripada pangan, air, energi adalah bagian daripada kedaulatan Indonesia,” tutur dia.

Di sisi lain, Anindya mengakui tekanan terhadap pasar modal dan keuangan perlu diwaspadai. Namun, dia menilai kondisi tersebut perlu dilihat bersama dengan indikator fundamental ekonomi Indonesia.

Dia menyebut Indonesia masih memiliki sejumlah indikator yang menunjukkan daya tahan ekonomi, mulai dari investasi asing, laba bersih emiten, cadangan devisa, hingga pertumbuhan kredit.

“Kita lihat bahwa PMA di bawah Pak Menteri Rosan Rp270 triliun, laba bersih emiten, beda dengan waktu krisis, tumbuh 16%, dan juga cadangan devisa US$146 miliar. Dan tentu year on year pertumbuhan kredit 13,3%,” kata Anindya.

Meski demikian, dia menekankan penguatan fundamental saja tidak cukup. Indonesia juga perlu meningkatkan daya saing agar mampu memanfaatkan peluang di tengah perubahan ekonomi global.

Selain tiga fokus rekomendasi tersebut, Kadin juga akan membentuk delapan kelompok kerja untuk mengawal pelaksanaan program organisasi. Anindya mengatakan, pemantauan akan dilakukan secara berkala agar agenda yang disusun tidak berhenti pada pembahasan dalam forum tahunan.

“Nah, untuk ini semua, kami di ujung sambutan langsung meluncurkan 8 kelompok kerja. Nah 8 kelompok kerja ini supaya bukan hanya setiap tahun kita bicara mengenai program-program ini, tetapi setiap saat selama 3 bulan kita akan monitor apa saja,” katanya.

(hoi/hoi)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *