Jakarta, CNBC Indonesia – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas usai Korps Garda Revolusi Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) mengumumkan penutupan kembali Selat Hormuz. Iran telah memperingatkan seluruh kapal agar tidak melintasi jalur pelayaran strategis tersebut melalui rute apa pun yang tidak mendapat persetujuan dari otoritas Iran.
Seperti diketahui, Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia karena menjadi pintu keluar utama ekspor minyak dari kawasan Teluk.
“Korps Pengawal Revolusi Iran telah mengumumkan penutupan Selat Hormuz, sekaligus memperingatkan kapal-kapal agar tidak mencoba melintasinya melalui rute apa pun yang tidak disetujui oleh pihak berwenang Iran,” mengutip Al Jazeera, Minggu (12/7/2026).
Langkah tersebut menandai eskalasi terbaru di tengah konflik yang masih memanas antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa sedikitnya 31 kapal komersial, telah melintasi Selat Hormuz secara aman dalam 24 jam terakhir, Jumat (22/5/2026). (via REUTERS/Majid-Asgaripour) Foto: Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa sedikitnya 31 kapal komersial, telah melintasi Selat Hormuz secara aman dalam 24 jam terakhir, Jumat (22/5/2026). (via REUTERS/Majid-Asgaripour)
|
Pengumuman Iran itu disampaikan hanya beberapa jam setelah Oman dilaporkan mengusulkan pembentukan dua jalur pelayaran terpisah di Selat Hormuz. Usulan tersebut muncul dalam pembicaraan antara Oman dan Iran di Muscat sebagai upaya menjaga keamanan navigasi di kawasan.
Namun, Teheran disebut menolak gagasan tersebut. Meski demikian, kedua pihak sepakat untuk melanjutkan pembahasan teknis maupun politik terkait pengaturan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan sekitar 1.000 rudal telah terkunci dan siap diluncurkan mengarah ke Republik Islam Iran. Trump juga memperingatkan bahwa ribuan rudal tambahan akan menyusul apabila Iran mencoba melakukan upaya pembunuhan terhadap dirinya.
Serangan udara Israel juga dilaporkan menghantam sejumlah wilayah di Lebanon selatan. Sedikitnya tujuh orang dilaporkan mengalami luka-luka dalam serangan yang terjadi di wilayah Al-Mansouri.
(rob/wur)
Add
as a preferred
source on Google

Leave a comment