Home Finance Perang Saudara Tetangga RI Makin Parah, Militer Ditembak Drone
Finance

Perang Saudara Tetangga RI Makin Parah, Militer Ditembak Drone

Share
Perang Saudara Tetangga RI Makin Parah, Militer Ditembak Drone
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Pertempuran sengit meledak di perbatasan Sagaing-Kachin, Myanmar, Selasa lalu. Peperangan ini terjadi saat militer Myanmar melancarkan serangan udara dan darat secara membabi buta di sekitar wilayah tersebut.

Mengutip The Irrawaddy, Kamis (27/8/2026), rezim militer terus mengebom wilayah sipil di Kota Katha dan Shwegu selama berhari-hari. Pasukan dalam jumlah besar juga melakukan penggerebekan dari empat penjuru yang memicu pertempuran mematikan dengan Pasukan Kemerdekaan Kachin (KIA) beserta sekutunya.

Pasukan bala bantuan rezim dari Divisi Infanteri Ringan ke-33 juga dilaporkan telah tiba di Shwegu dari Mandalay. Mereka kini bermanuver serentak ke arah hilir dan hulu di sepanjang jalur perairan Sungai Irrawaddy.

Kemajuan militer junta ini pun memicu bentrokan berdarah. Pertempuran pecah di sekitar Ngar O pada hari Senin ketika KIA memblokir dan menyerang pasukan rezim, yang akhirnya menewaskan dan melukai banyak pasukan militer Myanmar.

Sebelumnya Senin malam, pasukan KIA beserta sekutunya melancarkan serangan drone bunuh diri terhadap tentara junta di dekat Desa Thinbawin. Rekaman udara memperlihatkan dua kapal pengangkut tentara rezim hangus terbakar akibat serangan tersebut.

Armada militer yang terdiri dari 15 kapal, termasuk dua kapal perang, dilaporkan telah tiba di Kota Katha pada hari Selasa. Iring-iringan yang berangkat dari Mandalay pada 21 Agustus ini diyakini sedang menuju kota sengketa Bhamo.

Juru Bicara KIA, Kolonel Naw Bu, memberikan peringatan keras atas bergeraknya kapal-kapal tersebut. Menurutnya, akan ada pertempuran yang besar bila pasukan militer terus maju.

“Jika armada pasokan militer ini berhasil mencapai Bhamo, pertempuran memperebutkan kota tersebut akan berkepanjangan dan pangkalan rezim akan diperkuat oleh pasokan tersebut,” tegasnya.

Merespons eskalasi krisis ini, Kelompok Administrasi Rakyat Kota Katha mendesak seluruh penduduk sipil untuk segera mengungsi. Hal ini menyusul aksi rezim junta yang terus menembakkan artileri tanpa pandang bulu untuk membersihkan jalur sungai.

Seorang pejabat Pasukan Pertahanan Rakyat Distrik Kyaukse membeberkan bahwa militer menggunakan pesawat Y-12 untuk mengebom berbagai posisi strategis. Sementara itu, rentetan video viral juga menunjukkan drone bunuh diri milik kelompok perlawanan terus menargetkan kapal-kapal rezim.

(tps/sef)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *