
Jakarta, CNBC Indonesia – Ledakan pipa gas terjadi dekat ibu kota Suriah, Damaskus, Rabu waktu setempat. Hal ini memicu kebakaran besar dan membuat tiga pembangkit listrik tidak berfungsi.
Mengutip AFP, Kamis (1/10/2026), kantor berita resmi SANA pertama kali melaporkan ledakan malam hari dan mengatakan ledakan terdengar di Ghouta Timur, dekat Damaskus. Peristiwa ini terjadi dua hari setelah ledakan pipa gas lain di wilayah timur, yang disebabkan oleh sabotase.
“Ledakan pipa gas dekat pembangkit listrik Tishrin yang memicu kebakaran besar,” kata sumber.
Tishrin adalah proyek pembangkit listrik tenaga air berkapasitas 630 megawatt yang terletak di sungai Efrat. Ledakan itu membuat tiga pembangkit listrik tidak dapat beroperasi.
“Penutupan pabrik-pabrik ini akan menyebabkan penurunan jumlah listrik yang dihasilkan dan peningkatan sementara jam penjatahan,” katanya.
Ledakan tersebut terjadi di saat meningkatnya protes terhadap kenaikan harga bahan bakar, yang menurut pihak berwenang disebabkan oleh perang regional dengan Iran. Produksi minyak, gas, dan listrik Suriah sangat terpengaruh oleh perang saudara yang melanda negara tersebut antara tahun 2011 dan 2024.
Suriah dulunya memproduksi 30 juta meter kubik gas per hari untuk pembangkit listrik, dibandingkan sekarang yang hanya 8,5 juta meter kubik. Kebutuhan gas dalam negeri diperkirakan antara 22 dan 25 juta meter kubik per hari.
(sef/sef)
Leave a comment