
Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kini dikabarkan kecanduan meme di media sosial yang dibuat oleh AI. Ia terobsesi dengan gambar, video, dan pesan buatan AI yang memujinya sekaligus mencela lawan-lawan politiknya, hingga kritik dari kenyataan nyata hampir tak lagi didengar
Menurut laporan New York Times, Trump secara rutin menyebarkan video dan gambar yang diproduksi massal menggunakan AI, yang dikenal publik sebagai AI slop.
Salah satu tokoh yang kerap menemani dan menunjukkan materi-materi hasil buatan AI tersebut adalah Bill Pulte, pejabat tinggi perumahan negara. Pulte dikatakan sering duduk bersama Trump di kabin pesawat kepresidenan dan memperlihatkan gambar-gambar, meme, serta dokumen yang sebagian besar dihasilkan kecerdasan buatan.
Seorang pejabat menyebut peran Pulte bagaikan “pelawak istana” yang menghibur presiden dengan hal-hal yang disukainya saja.
Akibatnya, Trump menjadi sangat terasing dari pandangan yang berbeda. Ketika pelawak Bill Maher mengolok-oloknya, Trump langsung. Ia mengunggah kemarahan sepanjang 1.300 kata di media sosial Truth Social.
Kekhawatiran makin dalam setelah laporan majalah TIME menyebutkan bahwa percakapan Trump dengan sistem kecerdasan buatan Grok milik Elon Musk dikatakan mendorongnya untuk mempertimbangkan invasi ke Venezuela guna menangkap presiden negara tersebut, Nicolás Maduro.
Anggota partai Demokrat kini menuntut agar isi percakapan tersebut dipublikasikan demi mengetahui sejauh mana saran sistem buatan memengaruhi kebijakan negara.
(dem/dem)
Leave a comment