Home Finance Punya Rumah Pertama Tanpa Bikin Keuangan Sesak? Mulai dari Langkah Ini
Finance

Punya Rumah Pertama Tanpa Bikin Keuangan Sesak? Mulai dari Langkah Ini

Share
Punya Rumah Pertama Tanpa Bikin Keuangan Sesak? Mulai dari Langkah Ini
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Punya rumah sendiri masih menjadi salah satu target besar banyak anak muda. Masalahnya, target tersebut harus berbagi tempat dengan biaya hidup, cicilan kendaraan, kebutuhan keluarga, dana darurat, dan keinginan untuk tetap menikmati hidup.

Tidak heran jika membeli rumah sering dianggap sebagai rencana “nanti saja kalau sudah mapan”. Padahal, rumah pertama bisa mulai dipersiapkan sekarang, selama targetnya realistis dan kondisi keuangan dibangun secara bertahap. Sebelum mulai melihat-lihat rumah, ada tujuh langkah yang bisa dilakukan agar rencana memiliki hunian pertama terasa lebih masuk akal.

Berikut daftarnya:

1. Cari rumah yang cocok dengan kondisi keuangan, bukan demi gengsi

Rumah pertama tidak harus langsung besar, mewah, atau berada di kawasan yang sedang ramai di media sosial. Fokuslah pada hunian yang sesuai dengan penghasilan, kebutuhan, dan rencana hidup beberapa tahun ke depan.

Harga murah juga tidak selalu berarti lebih hemat. Perhitungkan jarak dari tempat kerja, akses transportasi, biaya perjalanan, serta waktu yang akan dihabiskan di jalan. Jangan sampai cicilan rumah terlihat ringan, tetapi pengeluaran harian justru membengkak karena lokasi terlalu jauh.

2. Buat tabungan khusus rumah

Jika dana rumah masih bercampur dengan rekening untuk makan, belanja, dan hiburan, kemungkinan terpakai akan semakin besar. Karena itu, siapkan rekening terpisah dan atur transfer otomatis setiap kali menerima penghasilan. Bonus, tunjangan, atau pendapatan tambahan dapat dialokasikan untuk mempercepat target.

Dana tersebut juga bisa ditempatkan pada instrumen berisiko rendah yang sesuai dengan jangka waktu pembelian. Hindari mengejar imbal hasil tinggi jika uang itu akan digunakan dalam waktu dekat.

3. Ingat, biaya beli rumah bukan cuma uang muka

Uang muka memang menjadi biaya yang paling sering dibicarakan, tetapi bukan satu-satunya yang harus disiapkan. Ada kemungkinan biaya pemesanan, administrasi bank, penilaian properti, notaris, pajak, asuransi, pindahan, hingga pembelian perabot dasar.

Sebelum membayar tanda jadi, mintalah rincian biaya kepada pengembang dan bank. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui kebutuhan dana sebenarnya dan tidak terkejut ketika transaksi mulai berjalan.

4. Rapikan cicilan dan riwayat kredit

Sebelum menyetujui KPR, bank akan menilai kemampuan calon pembeli dalam membayar cicilan. Jika saat ini masih ada banyak cicilan konsumtif, mulailah menguranginya dan hindari mengambil utang baru menjelang pengajuan KPR.Pastikan pula seluruh tagihan dibayar tepat waktu. Informasi debitur dapat diperiksa melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK. Riwayat pembayaran yang baik dapat mendukung proses penilaian, meskipun persetujuan akhir tetap mengikuti kebijakan masing-masing bank.

5. Jangan korbankan dana darurat

Berhasil membayar uang muka bukan berarti seluruh tabungan boleh dihabiskan. Setelah memiliki rumah, kendaraan tetap bisa rusak, biaya kesehatan dapat muncul, dan kondisi pekerjaan mungkin berubah. Sisakan dana darurat agar kebutuhan tak terduga tidak langsung mengganggu cicilan rumah. Rumah seharusnya menambah rasa aman, bukan membuat kondisi keuangan menjadi semakin rapuh.

6. Jangan hanya terpikat bunga awal

Bunga rendah memang menarik, tetapi angka promosi tidak selalu menggambarkan seluruh biaya KPR. Cari tahu berapa lama bunga tersebut berlaku, kapan cicilan berubah, apakah bunganya tetap atau mengambang, serta berapa biaya jika ingin melunasi kredit lebih awal.

Bandingkan juga uang muka, tenor, biaya asuransi, dan total pembayaran sampai lunas. Cicilan bulanan yang terlihat ringan bisa berasal dari tenor yang sangat panjang, sehingga total dana yang dibayarkan menjadi lebih besar.

7. Bandingkan rumah dan pembiayaannya sekaligus

Rumah yang cocok belum tentu memiliki skema KPR yang sesuai. Sebaliknya, penawaran pembiayaan yang menarik juga tidak cukup jika lokasi atau kualitas huniannya tidak memenuhi kebutuhan.

Karena itu, bandingkan properti dan pembiayaan secara bersamaan. Perhatikan harga, lokasi, legalitas dan kesiapan proyek, reputasi pengembang, akses transportasi, uang muka, pola bunga, serta kemampuan membayar cicilan dalam jangka panjang.

Berbagai pilihan tersebut dapat ditemukan di Danantara Housing Expo 2026 yang berlangsung pada 27-30 Agustus 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2. Pameran ini menghadirkan lebih dari 15.000 unit hunian di 96 lokasi dan 17 provinsi, dilengkapi berbagai kemudahan dan alternatif pembiayaan dari bank-bank Himbara.

Nah, punya rumah memang membutuhkan komitmen panjang. Namun, jika kondisi keuangan sudah siap dan cicilannya masih dalam batas kemampuan, jangan menunda hanya untuk menunggu keadaan yang terasa sempurna. Mulailah membandingkan pilihan, hitung skema pembiayaannya, dan ambil langkah menuju rumah pertama di Danantara Housing Expo 2026.

Sebab, rumah yang tepat tidak hanya untuk direncanakan, tetapi juga perlu diperjuangkan untuk dimiliki!

(rah/rah)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *