Jakarta, CNBC Indonesia – Persaingan industri otomotif nasional semakin ketat dalam beberapa tahun terakhir seiring derasnya kehadiran merek-merek baru, terutama asal China. Kondisi tersebut bahkan memicu perubahan peta industri otomotif, di mana sejumlah diler merek Jepang memilih menghentikan operasional atau beralih menjadi diler merek lain.
Sebelumnya, fenomena penutupan diler sempat terjadi pada jaringan Honda. Di tengah kondisi tersebut, Chief Operating Officer (COO) PT Eurokars Motor Indonesia sekaligus Presiden Direktur Mazda Indonesia Ricky Thio mengatakan Mazda memilih tetap berpegang pada identitas merek dibanding mengubah strategi hanya karena persaingan semakin ramai.
“Yang pertama, saya selalu-selalu ngomong, stay true to your own value. Saya nggak akan pernah bosen untuk bilang Jinba-Ittai, Kodo Design. That’s it,” kata Ricky dalam Mazda Media Dialogue di Mazda Simprug, Jaksel, Rabu (15/7/2026).
Ketatnya kompetisi menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus bersaing. Selain mempertahankan karakter produk, Mazda juga terus mengevaluasi jaringan diler agar mampu memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggan di berbagai daerah.
“Yang kedua tentunya ya kita network selalu kita perbaiki. Yang pasti misalnya kan, bagaimana network kita di titik-titik kota-kota itu masih relevan, masih kuat, dan masih bisa memberikan pengalaman terbaik terhadap customer.”
Ricky memastikan hingga saat ini kondisi jaringan penjualan Mazda tetap stabil. Ia menegaskan perusahaan belum menghadapi persoalan seperti yang dialami sejumlah merek lain yang harus kehilangan jaringan dilernya.
“Mazda tenang-tenang aja,” sebut Ricky.
Mazda juga memastikan seluruh jaringan resmi masih beroperasi. Saat ini perusahaan memiliki puluhan diler yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan tetap menjadi salah satu fokus perusahaan dalam memperkuat layanan kepada konsumen.
“Ada 30 Diler, gak ada (yang tutup),” kata Ricky.
(dce)
Add
as a preferred
source on Google
Leave a comment