Home Finance Ramai-Ramai Ikut Aturan Indonesia, Raksasa China Akhirnya Tunduk
Finance

Ramai-Ramai Ikut Aturan Indonesia, Raksasa China Akhirnya Tunduk

Share
Ramai-Ramai Ikut Aturan Indonesia, Raksasa China Akhirnya Tunduk
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Raksasa media sosial asal China, TikTok, memastikan memiliki langkah-langkah-langkah keamanan untuk anak muda. Ini diungkapkan saat banyak negara, termasuk Indonesia dan sejumlah wilayah Eropa, melakukan pembatasan usia pengguna di media sosial.

Direktur Kebijakan Publik dan Urusan Pemerintahan TikTok di Eropa Utara, Ali Law mengatakan platform dibangun dengan cara keamanan sejak awal dirancang yang bertujuan memastikan keamanan pengguna berusia muda.

“Kami menyadari kekhawatiran yang dimiliki oleh orang tua atau pembuat kebijakan di bidang ini. Kami ingin orang-orang punya hubungan yang sehat dan aman dengan aplikasi karena banyaknya manfaat yang didapatkan orang saat menggunakannya,” kata Law dikutip dari CNBC Internasional, Rabu (15/7/2026).

TikTok, dia menyebutkan memiliki lebih dari 50 pengaturan keamanan bawaan untuk anak di bawah 16 tahun. Aturan itu mulai dari pembatasan waktu penggunaan hingga satu jam dan pengambilalihan layar agar pengguna bisa beristirahat.

Selain itu juga ada pembatasan penggunaan pesan langsung pada anak di bawah 16 tahun. Aturan serupa diterapkan pula pada anak di bawah 18 tahun untuk penjualan di TikTok Shop.

Law menambahkan TikTok mengeluarkan uang US$2 miliar untuk kepercayaan dan keamanan pada tahun 2025 lalu.

“Semua ini merupakan aspek standar kecil, dorongan kecil memastikan orang memiliki hubungan yang seimbang dan sehat dengan aplikasi kami,” jelasnya.

Sementara itu, sejumlah negara telah atau tengah membuat aturan pembatasan usia pengguna muda. Di Indonesia, aturan bernama PP Tunas membatasi anak berusia 16 tahun menggunakan media sosial.

Di Eropa juga berlaku hal serupa. Negara seperti Inggris, Perancis, Yunani dan Spanyol telah mengumumukan pembatasan pengguna media sosial.

Presiden Komisi Uni Eropa, Ursula von der Leyen mengatakan wilayah itu akan berupaya membatasi penggunaan media sosial bagi anak. Khususnya batasan usia untuk menggunakan platform.

“Meskipun pada akhirnya terserah orang tua memutuskan kapan anak-anak mendapatkan smartphone mereka, kita punya konsensus perlu adanya tanggal mulai usia anak untuk bergabung dengan media sosial,” kata dia.

(fab/fab)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *