
Jakarta, CNBC Indonesia – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengutarakan keinginan menjadikan penduduk provinsinya yang masuk ke dalam kategori Generasi Z dan Post Gen Z sebagai kekuatan ekonomi ke depan. Hal tersebut diutarakan Mirza, sapaan akrab Rahmat Mirzani Djausal, saat memberikan opening remarks pada acara Lampung Financial Festival di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Sabtu (5/9/2026).
Menurut dia, selain komoditas pangan, Lampung memiliki modal lain karena memiliki jumlah penduduk 9,5 juta menurut Survei Penduduk Antar Sensus Badan Pusat Statistik (SUPAS) Tahun 2025.
“Kita menjadi provinsi terbanyak nomor 2 penduduknya se-Sumatra, bahkan menjadi provinsi yang terpadat se-Sumatra,” kata Mirza.
Masih menurut SUPAS, populasi Gen Z mencapai 24,77% dan Post Gen Z sebanyak 20,67%. Mirza menilai hal tersebut merupakan penunjang bonus demografi.
“Dan mereka ini, Gen Z dan Post Gen Z ini adalah, mohon maaf saya menyebutnya ya, nggak bisa jauh dari digital. Benar ya?,” katanya.
Politikus Partai Gerakan Indonesia Raya itu bilang kalau mayoritas generasi muda sudah memiliki smartphone. Hal tersebut memudahkan untuk mencari ilmu pengetahuan dan lain-lain.
“Dan kami melihat, pemerintah melihat generasi muda inilah, Gen Z dan Post Gen Z yang akan kita ciptakan untuk menjadi kekuatan ekonomi Provinsi Lampung ke depan,” ujar Mirza.
“Syaratnya apa? Syaratnya generasi mudanya harus produktif. Produktif memiliki keterampilan, mampu menciptakan usaha, dan mampu mengambil keputusan keuangan, terutama keputusan keuangan yang tepat,” lanjutnya.
Di titik ini, menurut Mirza, literasi keuangan menjadi penting.
“Jadi pengambilan keputusan keuangan yang tepat ini adalah skill yang wajib dimiliki seorang Gen Z dan Post Gen Z di Provinsi Lampung,” katanya.
(miq/miq)
Leave a comment