Home Finance RI Siap Kembangkan PLTS 100 GW, Ini Kata Dirut PLN & Kepala Bappisus
Finance

RI Siap Kembangkan PLTS 100 GW, Ini Kata Dirut PLN & Kepala Bappisus

Share
RI Siap Kembangkan PLTS 100 GW, Ini Kata Dirut PLN & Kepala Bappisus
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – PT PLN (Persero) bersiap mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas total 100 Giga Watt peak (GWp). Hal itu sesuai dengan target yang dipatok Presiden RI Prabowo Subianto.

Direktur Utama PLN Suroso Isnandar menyebutkan bahwa pengembangan PLTS 100 GWp tersebut disiapkan untuk menjaga keberlanjutan pasokan listrik nasional. Dia menegaskan bahwa proyek pembangkit surya itu juga dapat menekan biaya produksi listrik dalam jangka panjang.

“Bapak Presiden telah mempunyai program yang luar biasa yaitu kita akan membangun PLTS 100 Gigawatt peak yang in the long run akan dapat menjaga sustainability pasokan dan harapannya bisa menekan biaya produksi listrik,” ujarnya usai melakukan pertemuan perusahaan dengan Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Pihaknya terus berkoordinasi dengan seluruh kementerian terkait guna memastikan ketersediaan pasokan energi primer. Tidak lain, hal itu untuk mendukung keandalan operasional pembangkit.

“Kami koordinasikan dengan seluruh kementerian terkait sehingga pasokan energi primer akan mencukupi dan akan terus cukup ke depannya,” kata Suroso.

Sementara itu, Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) juga mengawal pelaksanaan program PLTS 100 GWp mulai dari aspek perencanaan hingga pengawasan anggaran.

Kepala Bappisus Aris Marsudiyanto menegaskan bahwa pengawasan pihaknya dilakukan demi mencegah potensi kebocoran dana proyek.

“Oh ya, jadi kami Bappisus selalu mengawal ya setiap program pemerintah ya baik dari segi perencanaannya, implementasinya, termasuk biayanya, bagaimana pengelolaan anggarannya ya, jangan sampai banyak kebocoran di situ ya,” ujar Aris dalam kesempatan yang sama.

Pihaknya pun turut memperkuat fungsi pengawasan terhadap proyek-proyek pemerintah melalui sinergi bersama aparat penegak hukum dan lembaga terkait.

“Tentunya karena Bapissus kan saat ini kan banyak bekerja sama dengan aparat penegak hukum ya. Kita dengan kejaksaan, dengan kepolisian, dengan KPK, kemarin dengan Ombudsman ya seperti itu,” katanya.

Adapun, Aris menekankan bahwa perencanaan terukur dan akuntabel menjadi kunci agar pelaksanaan proyek, termasuk proyek PLTS, berjalan lancar.

“Nah kalau perencanaannya itu reasonable, accountable ya itu ya pasti ya. Semuanya terukur dengan baik ya pasti akan berjalan dengan sebaik-baiknya,” tandasnya.

Target PLTS 100 GWp

Asal tahu saja, Presiden RI Prabowo Subianto telah meluncurkan megaproyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas total mencapai 100 Giga Watt peak (GWp) di Monumen Operasi Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).

Hal itu sejalan dengan peta jalan pemerintah untuk mewujudkan swasembada dan kedaulatan energi nasional melalui pemanfaatan energi bersih.

Presiden menargetkan agar pengerjaan proyek raksasa tersebut bisa dipercepat, sehingga Indonesia bisa segera mengurangi ketergantungan pada impor Bahan Bakar Minyak (BBM).

Prabowo pun menargetkan pembangunan PLTS 100 GWp ini bisa tuntas kurang dari tiga tahun.

“Dulu swasembada pangan saya beri target empat tahun, tim ekonomi, tim pertanian, tim pangan berhasil satu tahun. Berarti kalau saya kasih target tiga tahun untuk tim energi, ya nggak lah, dua tahun lah ya,” katanya dalam peresmian program PLTS 100 GWp di Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).

“Kalau berhasil 2 tahun, tim energi dapat bintang lagi aku kasih tanda kehormatan,” imbuhnya.

Megaproyek tersebut menelan total investasi mencapai Rp 1.140 triliun dan diproyeksikan mampu menyerap 5,5 juta tenaga kerja. Selain mendorong realisasi energi bersih, program itu ditargetkan memberikan penghematan anggaran subsidi energi nasional hingga Rp 73,9 triliun setiap tahunnya.

“Dan hari ini adalah hari yang penting kita launching listrik dari tenaga surya 100 Giga Watt untuk bangsa Indonesia. Sebagai bayangan menteri ekonomi, seluruh listrik Indonesia sekarang 88 Giga Watt. Kita akan membangun 100 Giga Watt. Dan kita tidak main-main,” tegasnya.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, pembangunan tahap awal difokuskan pada 14 proyek pertama dengan total kapasitas 5.216 Mega Watt peak (MWp) yang tersebar di berbagai wilayah.

(pgr/pgr)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *