Home Finance RI Siap-Siap! El Nino Selesai Tahun Depan, La Nina Menyusul
Finance

RI Siap-Siap! El Nino Selesai Tahun Depan, La Nina Menyusul

Share
RI Siap-Siap! El Nino Selesai Tahun Depan, La Nina Menyusul
Share



Jakarta, CNBC Indonesia – Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi dampak El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga kuartal I-2027. Setelah itu, fenomena La Nina diperkirakan menyusul pada pertengahan 2027.

Menurut Mari, perubahan kondisi iklim tersebut perlu diantisipasi sejak dini, terutama untuk menjaga produksi dan ketersediaan pangan serta mengendalikan harga bahan pangan yang berisiko meningkat akibat kekeringan.

“Diperkirakan El Nino akan berlangsung bisa saja sampai kuartal pertama tahun depan dan kemudian terjadi La Nina pertengahan tahun depan,” ujar Mari saat menyampaikan hasil pembahasan DEN di Istana Merdeka.

Mari menekankan pentingnya penggunaan data dan prakiraan cuaca untuk mengidentifikasi wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan. Dengan begitu, pemerintah dapat menentukan langkah antisipasi yang sesuai dengan kondisi masing-masing daerah.

Langkah tersebut antara lain mencakup penyediaan dan penggunaan pompa air secara tepat, pengaturan waktu tanam, hingga kemungkinan menunda penanaman apabila kondisi kekeringan tidak memungkinkan.

Pemerintah juga perlu mengantisipasi potensi banjir dan dampak bencana lainnya, terutama ketika kondisi cuaca berubah.

“Antisipasi-antisipasi yang perlu dilakukan tapi berbasis data dan melihat perkiraan-perkiraan,” katanya.

Selain menjaga produksi pertanian, Mari menyoroti pentingnya memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan selama periode El Nino.

Menurutnya, pemerintah perlu menjaga stok cadangan pangan, terutama beras, serta memastikan distribusi berjalan tepat sasaran. Operasi pasar juga dapat dilakukan apabila diperlukan untuk meredam tekanan harga.

Mari mengingatkan bahwa kejadian El Nino kerap diikuti kenaikan harga pangan sehingga pemerintah perlu menyiapkan langkah antisipasi sebelum tekanan tersebut terjadi.

“Ini sangat penting untuk menjaga harga pangan dan ketersediaan pangan, dengan menjaga stok cadangan pangan terutama beras, dan melakukan distribusi yang tepat dan melakukan operasi pasar bilamana diperlukan,” ujarnya.

Antisipasi tersebut menjadi penting untuk menjaga pasokan pangan di tengah risiko gangguan produksi akibat kekeringan. Pemerintah perlu memastikan cadangan tersedia dan distribusi berjalan baik agar dampak terhadap harga dapat ditekan.

Dalam kesempatan yang sama, DEN juga membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk langkah pengairan kembali lahan gambut untuk mengurangi risiko kebakaran.

Mari mengatakan, pemerintah perlu memberikan perhatian khusus terhadap pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak asap kebakaran hutan.

Ia menyebut enam wilayah yang menjadi perhatian, yakni tiga provinsi di Kalimantan, Sumatera Selatan, Jambi, dan Riau. DEN menyarankan Pemerintah memperkuat layanan kesehatan di wilayah-wilayah terdampak, termasuk melalui pembagian masker.

Adapun, langkah tersebut diperlukan untuk mengurangi dampak asap terhadap kesehatan masyarakat, terutama di daerah yang mengalami paparan cukup parah.

(haa/haa)


[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *