Home Finance Saham Ini Private Placement Jumbo, Investor China Jadi Standy Buyer
Finance

Saham Ini Private Placement Jumbo, Investor China Jadi Standy Buyer

Share
Saham Ini Private Placement Jumbo, Investor China Jadi Standy Buyer
Share


Jakarta, CNBC Indonesia – PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) bersiap melaksanakan aksi korporasi berupa Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 800 juta saham baru.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung ekspansi bisnis, terutama penambahan armada dan penetrasi ke pasar pelayaran internasional.

Jumlah saham yang akan diterbitkan tersebut setara sekitar 9,22% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah aksi korporasi dilaksanakan. Dana yang diperoleh nantinya akan difokuskan untuk mendukung pertumbuhan usaha jangka panjang.

Direktur Utama HATM, Andrew Kam, mengatakan bahwa perusahaan telah menyiapkan rencana ekspansi armada secara bertahap. Pada tahun ini, perseroan menargetkan pembelian satu kapal baru sebagai langkah awal memasuki pasar internasional. Selanjutnya, dua kapal tambahan direncanakan akan diakuisisi pada tahun depan guna memperkuat kapasitas operasional.

Menurutnya, kebutuhan penambahan armada didorong oleh tingginya tingkat utilisasi kapal yang saat ini telah mencapai kisaran 99% hingga 100%. Kondisi tersebut menunjukkan hampir seluruh armada aktif melayani kontrak pelanggan sehingga ruang pertumbuhan organik mulai terbatas tanpa adanya investasi armada baru.

Selain mengandalkan dana hasil private placement, HATM juga membuka peluang memanfaatkan fasilitas pembiayaan dari perbankan agar ekspansi dapat berjalan lebih optimal tanpa membebani arus kas perusahaan.

Perseroan menargetkan mampu memperluas jaringan bisnis ke pasar internasional dan menjadi salah satu pemain pelayaran yang diperhitungkan di kawasan Asia Pasifik dalam 10 hingga 15 tahun mendatang. Saat ini HATM telah mengoperasikan kapal dengan kapasitas mulai dari 30.000 DWT hingga 90.000 DWT, yang sebagian besar melayani kebutuhan angkutan komoditas pertambangan.

Sekitar 80% hingga 85% pendapatan perseroan berasal dari kontrak jangka panjang dengan pelanggan, sehingga memberikan kepastian terhadap arus pendapatan.

HATM juga tengah mengikuti sejumlah tender pengangkutan internasional yang dinilai berpotensi meningkatkan profitabilitas perusahaan. Apabila berhasil memperoleh kontrak tersebut, manajemen memperkirakan laba bersih dapat meningkat sekitar 20% hingga 25%.

Di tengah rencana private placement tersebut, beredar informasi bahwa terdapat investor strategis asal China yang berpotensi menjadi pembeli saham baru. Menanggapi hal itu, manajemen belum memberikan konfirmasi mengenai identitas calon investor. Perseroan hanya menyatakan terbuka terhadap masuknya investor strategis apabila dinilai mampu memberikan nilai tambah bagi pengembangan bisnis perusahaan.

Sebagaimana aksi private placement pada umumnya, penerbitan saham baru ini juga akan menimbulkan konsekuensi berupa dilusi bagi pemegang saham lama. Apabila seluruh 800 juta saham diterbitkan, tingkat dilusi diperkirakan mencapai sekitar 8,44%. Sementara itu, harga pelaksanaan private placement akan mengacu pada ketentuan Bursa Efek Indonesia, yakni minimal 90% dari rata-rata harga penutupan saham selama 25 hari bursa sebelum tanggal pelaksanaan.

Dari sisi operasional, HATM mengakui kinerja pada kuartal I 2026 sempat menghadapi tantangan akibat keterlambatan penerbitan RKAB serta faktor cuaca yang memengaruhi aktivitas pengangkutan. Namun memasuki kuartal II, aktivitas operasional mulai menunjukkan perbaikan seiring meningkatnya volume pengiriman, sehingga manajemen optimistis kinerja hingga akhir tahun akan lebih baik dibandingkan semester pertama.

Melalui aksi korporasi ini, HATM berharap dapat mempercepat ekspansi armada, meningkatkan daya saing di pasar internasional, serta memperkuat fundamental perusahaan untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dalam jangka panjang.

CNBC Indonesia Research

(saw/saw)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *