Home Finance Saking Panasnya, Unta di Afrika Tak Tahan Sampai Ada yang Mati
Finance

Saking Panasnya, Unta di Afrika Tak Tahan Sampai Ada yang Mati

Share
Saking Panasnya, Unta di Afrika Tak Tahan Sampai Ada yang Mati
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Unta yang dikenal sebagai hewan tahan panas ikut menderita kepanasan saat fenomena kenaikan suhu ekstrem terjadi di Afrika. Kondisi hewan-hewan tersebut dilaporkan saat mengkhawatirkan.

Salah seorang pengembala unta Semera di Afar, Ethiopia, Ali Umer mengatakan 500 unta peliharaannya sangat menderita karena panas ekstrem. Bahkan delapan anak unta mati selama satu bulan terakhir karena fenomena itu.

“Kaki mereka melepuh, mata berair, dan pasir panas membakar kulit serta merusak bulu saat mereka duduk,” kata Umer dikutip dari BBC, Selasa (4/8/2026).

Suhu lebih tinggi ini juga membuat air yang menghilang, vegetasi, dan berkurangnya area untuk berteduh.

Afar diketahui menjadi salah satu tempat paling panas dan terkering di Bumi. Banyak pengembara membawa unta-untanya untuk membawa garam saat melintasi gurun.

Sebuah studi pada 2025 terkait persepsi pengembala unta di Ethiopia Selatan juga menunjukkan fenomena suhu tinggi dan variabilitas iklim berdampak buruk pada kesehatan kawanan unta.

Bukan hanya Ethiopia, negara tetangganya Somalia merasakan situasi yang jauh lebih serius. Mengutip sebuah penelitian pada Juni lalu, kematian unta karena kekeringan akibat krisisi yang meluas berdampak pada 46% rumah tangga pemilik unta.

Sejumlah dokter hewan mengaku merawat lebih banyak unta sakit. Kematian karena panas ekstrem dan kekeringan juga banyak terakhir.

Petugas veteriner di Kenya, Hassan Nuya Guyo mengatakan kematian unta di wilayahnya meningkat lebih dari 15% karena fenomena tersebut selama dua tahun terakhir.

“Kami melihat peningkatan signifikan pada kasus hipertermia pada unta membuat mereka terkena sejumlah infeksi,” ujarnya.

Cuaca panas ekstrem memang menjadi kejadian umum di Afrika Utara. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) mencatat gelombang panas dengan tren kenaikan terjadi sejak 1981.

Kawasan Afrika Utara serta Timur Tengah mencatat suhu hingga di atas 50 derajat Celcius pada 2024.

WMO juga mengatakan Afrika Utara mengalami pemanasan tercepat di enam subwilayah, dengan 0,43 derajat celcius per dekade selama 1991 hingga 2025.

(dem/dem)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *