
Jakarta, CNBC Indonesia – Pergerakan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di sejumlah tempat penukaran uang (money changer) sudah mulai mereda, setelah rupiah sempat nyaris menyentuh Rp 18.000-an per dolar AS pada Senin (28/9/2026) lalu.
Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia di dua money changer Jakarta Pusat, rupiah diperdagangkan di kisaran level Rp 17.900-an per dolar AS.
Salah satunya di money changer Valuta Inti Prima (VIP). Kurs tengah rupiah terhadap dolar AS yang dipatok di tempat penukaran uang itu berada di Rp 17.910/US$. Padahal pada Senin lalu, masih berada di Rp 17.950/US$.
Dari sisi kurs beli, dolar AS saat ini berada di Rp 17.900/US$, sedangkan kurs jual Rp 17.930/US$.
Seorang petugas di money changer ini mengungkapkan banyak masyarakat yang sempat menukarkan dolar AS ke rupiah saat nilainya nyaris menyentuh Rp 18.000-an.
“Sempat ramai pas nyaris sentuh Rp 18.000, sekarang sudah agak melandai, mulai berkurang yang menukarkan dolar AS ke rupiah,” kata salah satu petugas keamanan saat ditemui CNBC Indonesia, Rabu (30/9/2026).
Bahkan, menurutnya, masyarakat yang sudah memiliki dolar AS, diuntungkan dari pelemahan rupiah.
“Yang sudah punya dolar AS, lebih diuntungkan karena kalau ditukar, malah banyak dapat rupiah, biasanya ini yang kerja di luar negeri ya,” ujarnya.
Sementara itu di money changer lainnya yakni di Mekar Setia Abadi, dolar AS bahkan sudah menyentuh Rp 18.000-an per US$. Pada kurs beli, mencapai Rp 17.990/US$. Sedangkan kurs jual mencapai Rp 18.300/US$.
Salah satu petugas di money changer Mekar Setia Abadi mengatakan jumlah penukar tersebut masih tergolong normal dan tidak ada kenaikan jumlah penukar meski dolar AS menembus Rp 18.000-an.
“Kalau dibilang ramai sih ya biasa aja, ada aja yang nukarin gitu, enggak ada peningkatan sejak dolar AS jadi Rp 18.000-an,” kata salah satu petugas.
Ia melanjutkan, posisi dolar AS yang menyentuh Rp 18.000-an sudah terjadi sejak Juni 2026.
“Sudah dari Juni 2026, enggak baru-baru ini kok Rp 18.000-nya,” ungkapnya.
Sebagai informasi, nilai tukar rupiah telah mampu melesat menghadapi dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (30/9/2026).
Merujuk data Refinitiv, per pukul 11.06 WIB, rupiah terapresiasi 0,53% ke posisi Rp17.865/US$.
Penguatan rupiah semakin besar setelah mata uang Garuda membuka perdagangan di level Rp17.910/US$. Dengan demikian, rupiah telah menguat 45 poin dari posisi pembukaan.
Dibandingkan penutupan perdagangan Selasa (29/9/2026) di Rp17.960/US$, rupiah telah menguat 95 poin. Penguatan ini sekaligus membawa rupiah menjauh dari level psikologis Rp18.000/US$ yang sempat ditembus dalam perdagangan intraday kemarin.
(arj/arj)
Leave a comment