
Daftar Isi
Jakarta, CNBC Indonesia – Hati atau liver merupakan salah satu organ vital yang bekerja tanpa henti untuk menyaring racun, membantu pencernaan, menyimpan nutrisi, hingga memproduksi protein.
Sayangnya, hati jarang menunjukkan keluhan awal dan tetap menjalankan tugasnya meskipun telah mengalami kerusakan yang cukup parah, sehingga sering disebut sebagai kondisi yang berkembang secara “diam-diam” (silent condition).
Menurut Dr. Suresh Raghavaiah, Konsultan Senior bidang HPB dan Transplantasi Multi-Organ di Apollo Hospitals, Bangalore, terdapat persepsi keliru bahwa penyakit hati hanya mengintai dikarenakan konsumsi alkohol. Padahal, metabolic dysfunction-associated steatotic liver disease (MASLD) – yang sebelumnya dikenal sebagai perlemakan hati non-alkoholik – kini menjadi salah satu penyebab utama kerusakan hati. Kondisi ini berkaitan erat dengan gaya hidup modern, seperti obesitas, diabetes, pola makan tidak sehat, dan kurangnya aktivitas fisik.
Berikut adalah delapan tanda peringatan yang patut diperhatikan menurut Times Of India.
1. Rasa lelah terus-menerus yang tidak membaik dengan istirahat
Rasa lelah akibat gangguan hati berbeda dari kelelahan biasa. Rasa lelah ini tetap bertahan meskipun telah tidur nyenyak semalaman dan dapat membuat aktivitas harian terasa sangat menguras tenaga.
Menurut Dr. Raghavaiah, hati bahkan bisa mengalami kerusakan hingga 60-70% sebelum gejala fisik nyata seperti kelelahan terlihat jelas.
“Ketika gejala seperti kelelahan akhirnya muncul, penyakit hati mungkin sudah berkembang cukup jauh, karena hati dapat mengalami kerusakan hingga 60-70% sebelum tanda-tanda fisik yang nyata terlihat,” ujar Dr. Raghavaiah.
2. Rasa gatal yang terus-menerus tanpa penyebab yang jelas
Gatal pada kulit tanpa disertai ruam bisa menandakan masalah pada aliran empedu. Penumpukan garam empedu dalam aliran darah dapat mengiritasi ujung saraf kulit. Jika penggunaan pelembap atau obat alergi tidak memberikan efek, sebaiknya segera periksakan diri.
3. Rasa nyeri tumpul di bawah tulang rusuk kanan
Terletak di bagian kanan atas perut, kerusakan atau peradangan hati tahap awal sering kali menimbulkan sensasi berat, tekanan, atau nyeri ringan di area bawah tulang rusuk kanan. Gejala ini sering kali keliru dianggap sebagai nyeri otot atau gangguan pencernaan biasa.
4. Kaki atau pergelangan kaki bengkak
Penurunan fungsi hati berdampak pada berkurangnya produksi albumin, yaitu protein yang bertugas menahan cairan tetap berada di dalam pembuluh darah. Rendahnya kadar albumin menyebabkan cairan merembes ke jaringan sekitar sehingga memicu pembengkakan.
5. Urine berwarna gelap atau tinja berwarna pucat
Urine pekat berwarna menyerupai teh pekat (meskipun kecukupan cairan terpenuhi) menandakan kelebihan kadar bilirubin. Sebaliknya, tinja yang berwarna pucat atau menyerupai tanah liat mengindikasikan adanya hambatan pada aliran empedu.
6. Hilangnya nafsu makan atau sering merasa mual
Peradangan atau gangguan pada hati dapat mengganggu sistem pencernaan secara keseluruhan. Jika kesulitan makan berlanjut selama beberapa hari atau memicu penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas, hal tersebut memerlukan evaluasi medis.
7. Mudah memar atau mengalami perdarahan
Munculnya memar dari benturan ringan serta perdarahan yang memakan waktu lebih lama untuk berhenti menunjukkan hilangnya kemampuan hati dalam memproduksi protein pembekuan darah secara optimal.
8 Mata atau kulit menguning
Penyakit kuning (jaundice) merupakan salah satu tanda penyakit hati yang paling dikenal, namun saat gejala ini muncul, kerusakan hati mungkin sudah tergolong parah.
“Hati dapat mengalami kerusakan luas sebelum gejala seperti penyakit kuning muncul. Inilah sebabnya pemeriksaan kesehatan rutin sangatlah penting, terutama bagi orang dengan diabetes, obesitas, atau faktor risiko metabolik lainnya,” jelas Dr. Raghavaiah.
(hsy/hsy)
Leave a comment