Home Finance Skandal Berlian Rp 949 M Bikin Warga Panik, Ramai-Ramai Jual Perhiasan
Finance

Skandal Berlian Rp 949 M Bikin Warga Panik, Ramai-Ramai Jual Perhiasan

Share
Skandal Berlian Rp 949 M Bikin Warga Panik, Ramai-Ramai Jual Perhiasan
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Industri perhiasan Vietnam diguncang skandal penyelundupan dan manipulasi kualitas berlian. Bahkan nilanya fantastis sampai mencapai lebih dari 1,5 triliun dong atau sekitar Rp949 miliar.

Kasus ini memicu kepanikan di kalangan konsumen. Bahkan kini, mereka berbondong-bondong menjual kembali berlian yang mereka beli karena khawatir nilainya tidak sesuai.

Mengutip The Strait Times, Selasa (4/8/2026), penyelidikan mengungkap lebih dari 30.000 berlian diduga diselundupkan ke Vietnam selama dua tahun terakhir. Batu-batu tersebut didatangkan dari India melalui Hong Kong, lalu disembunyikan di dalam koper, sepatu, hingga pakaian.

Polisi menduga para pelaku menghapus nomor identifikasi laser resmi dari Gemological Institute of America (GIA)pada berlian tersebut. Setelah itu, batu permata diberi ukiran identitas baru dan sertifikat yang melebih-lebihkan kualitasnya sehingga dapat dijual dengan harga jauh lebih mahal.

Otoritas kini masih menyelidiki seberapa luas penyebaran berlian tersebut di pasar. Sementara itu, puluhan toko perhiasan memilih menutup sementara operasionalnya.

Situasi itu membuat kawasan pusat perdagangan perhiasan di Ho Chi Minh City yang biasanya ramai berubah sepi. Alih-alih membeli cincin atau kalung baru, banyak pelanggan datang membawa sertifikat dan kuitansi lama untuk menjual kembali berlian mereka.

“Saya benar-benar khawatir,” ujar Thanh Hang, pemilik toko pakaian daring yang membeli cincin berlian dengan sertifikat dari laboratorium yang kini ikut diselidiki.

Saat berusaha meminta pengembalian dana, Hang mendapati toko tempat ia membeli perhiasan telah tutup. Ketika akhirnya berhasil menghubungi perusahaan tersebut, ia hanya mendapat jawaban bahwa pembayaran baru bisa diselesaikan tahun depan.

Kasus ini turut menyeret nama perusahaan perhiasan terbesar yang tercatat di bursa Vietnam, Phu Nhuan Jewelry (PNJ). Mantan pimpinan anak usaha laboratorium sertifikasi berlian milik perusahaan ditahan aparat.

PNJ menegaskan tidak ada berlian bermasalah yang masuk ke jaringan ritelnya. Namun, Direktur Utama PNJ Phan Quoc Cong mengakui kasus tersebut telah menjadi “momen krisis bagi seluruh industri”.

Dampaknya langsung terasa di pasar modal. Nilai kapitalisasi pasar PNJ anjlok hampir 50%, sementara pemerintah memperluas inspeksi terhadap industri perhiasan dan logam mulia sepanjang Agustus.

Kasus serupa juga menyeret Saigon Jewelry Company (SJC). Polisi menangkap empat orang yang diduga memasok lebih dari 3.400 berlian berkualitas rendah senilai sekitar 500 miliar dong.

Berlian disalurkan ke jaringan ritel perusahaan pada periode 2022-2024. Hingga kini SJC belum memberikan tanggapan resmi.

Sementara itu, analis senior Maybank Investment Bank, Nguyen Thi Sony Tra My, mengatakan tantangan terbesar industri saat ini adalah memulihkan kepercayaan konsumen.

Menurutnya, perusahaan perhiasan harus memperkuat jaminan keaslian produk, sertifikasi, dan transparansi asal-usul berlian jika ingin mengembalikan minat pembeli. Toko-toko kecil diperkirakan akan menghadapi tekanan paling besar karena kesulitan menjaga kepercayaan pelanggan sekaligus mempertahankan likuiditas usaha.

Akibat skandal tersebut, sebagian pemilik berlian bahkan mencoba menjual sendiri koleksinya melalui media sosial dengan diskon hingga 30%. Namun, banyak calon pembeli meminta potongan harga hingga 60%, membuat sebagian penjual memilih menyimpan kembali perhiasan mereka.

(sef/sef)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *