Home Finance Skandal Manchester City Memanas, UEA Sandera PM Inggris Andy Burnham
Finance

Skandal Manchester City Memanas, UEA Sandera PM Inggris Andy Burnham

Share
Skandal Manchester City Memanas, UEA Sandera PM Inggris Andy Burnham
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan mengancam akan menarik investasi senilai miliaran poundsterling dari Inggris sebagai bentuk balasan atas putusan bersalah terhadap Manchester City dalam kasus pelanggaran aturan keuangan Liga Inggris.

Perselisihan diplomatik tersebut menjadi ujian besar bagi Perdana Menteri Andy Burnham. Kasus ini juga memunculkan pertanyaan mengenai alasan Burnham sempat memberikan pujian terhadap kepemilikan Manchester City hanya beberapa hari sebelum klub tersebut dinyatakan bersalah.

Burnham, yang sebelumnya menjabat sebagai Wali Kota Greater Manchester, awalnya mengatakan dirinya akan “sangat khawatir” jika UEA memutuskan menjual klub tersebut setelah Manchester City dinyatakan bersalah melakukan pelanggaran finansial oleh Premier League.

Namun, Burnham kemudian menarik kembali pernyataannya setelah Downing Street menegaskan bahwa tidak ada klub yang “berada di atas aturan”.

The Telegraph melaporkan UEA kini mengancam menghentikan investasi senilai miliaran poundsterling yang tengah diupayakan pemerintah Inggris untuk pembangunan pusat teknologi tinggi di antara Oxford dan Cambridge. Proyek tersebut digadang-gadang sebagai jawaban Inggris terhadap Silicon Valley di Amerika Serikat.

Khaldoon Al Mubarak, Chairman Manchester City, diketahui bertemu dengan Menteri Bisnis Inggris Jonathan Reynolds di Downing Street sekitar dua pekan sebelum Premier League mengumumkan bahwa City dinyatakan bersalah melanggar aturan.

Departemen Bisnis dan Perdagangan Inggris menegaskan pertemuan tersebut tidak membahas Manchester City. Menurut kementerian, pembicaraan lebih berfokus pada perdagangan, pertahanan dan keamanan.

Namun, Mubarak sebenarnya sudah mengetahui bahwa Manchester City telah dinyatakan bersalah saat pertemuan berlangsung. Hanya saja, rincian keputusan tersebut belum diumumkan kepada publik ketika itu.

Rincian pertemuan tersebut dirahasiakan. Di sisi lain, pejabat UEA secara terpisah telah memperingatkan pemerintah Inggris bahwa investasi masa depan senilai miliaran poundsterling berpotensi ditarik akibat skandal yang melibatkan Manchester City.

Pada Jumat malam, Downing Street tidak membantah laporan yang menyebut keputusan untuk menyatakan Manchester City bersalah telah “merusak” “minat UEA terhadap komitmen besar Inggris di masa depan”.

Bloomberg melaporkan pejabat UEA menilai “tindakan Premier League” akan “berpengaruh terhadap hubungan bilateral kedua negara”.

Investasi Miliaran Poundsterling

Dokumen pemerintah menunjukkan dua menteri senior dari Partai Buruh sebelumnya aktif mendekati UEA untuk mendapatkan investasi miliaran poundsterling bagi pembangunan “koridor” teknologi tinggi antara Oxford dan Cambridge.

Dalam surat tertanggal 10 Februari yang diperoleh The Telegraph melalui permintaan informasi publik, para menteri mengundang “mitra” Mubarak untuk mengunjungi proyek Oxford-Cambridge Corridor.

Dokumen resmi juga menunjukkan Lord Stockwood, yang saat itu merupakan salah satu menteri senior, membahas proyek tersebut dalam sebuah pertemuan yang digelar Mubarak di Abu Dhabi pada Februari.

Selain menjabat Chairman Manchester City, Mubarak merupakan Chief Executive Officer Mubadala, salah satu dana kekayaan negara UEA yang mengelola aset hampir £300 miliar.

“Di bidang ilmu hayati, infrastruktur, dan teknologi, terdapat sinergi yang jelas di antara strategi kami,” tulis Lord Stockwood dalam surat yang mengundang pejabat Mubadala untuk mengunjungi proyek Oxford-Cambridge tersebut.

Stockwood, yang pernah menjadi Chairman klub sepak bola Grimsby Town, juga mengundang Mubarak mengunjungi stadion kandang klub tersebut.

Stockwood mengundurkan diri sebagai menteri pada Juli setelah pergantian perdana menteri. Ia menolak berkomentar mengenai klaim bahwa investasi Abu Dhabi terancam ditarik akibat skandal Manchester City.

Laporan menyebut UEA dalam lima tahun terakhir telah menggelontorkan lebih dari 30 miliar poundsterling ke berbagai sektor utama Inggris, termasuk pertahanan, ilmu hayati dan teknologi.

Namun, perselisihan terbaru ini berpotensi mengganggu kesepakatan investasi baru ketika pemerintah Inggris sedang sangat membutuhkan modal asing untuk mendorong pemulihan ekonomi.

Mantan Menteri Keuangan Inggris Rachel Reeves sebelumnya menyatakan pembangunan koridor Oxford-Cambridge dapat memberikan tambahan 78 miliar poundsterling bagi perekonomian Inggris pada 2035.

Pemerintah Inggris telah menjanjikan 500 juta poundsterling sebagai modal awal proyek tersebut. Namun, pemerintah masih membutuhkan sekitar 10 miliar poundsterling investasi swasta agar proyek dapat berjalan.

Abu Dhabi dipandang sebagai salah satu sumber utama pendanaan tersebut.

Hubungan Inggris dan UEA kini menghadapi tekanan setelah keputusan Premier League terhadap Manchester City yang diumumkan awal pekan ini. City dinyatakan bersalah atas hampir seluruh dari 115 dakwaan yang dikenakan terhadap klub.

Manchester City dinyatakan telah menggelembungkan hasil keuangannya secara artifisial lebih dari 900 juta poundsterling untuk menghindari aturan ketat mengenai pengeluaran klub.

Sanksi yang mungkin dijatuhkan mencakup pengurangan poin, denda dalam jumlah besar hingga kemungkinan dikeluarkan dari Premier League.

Investasi Teluk dan Manchester Burnham

Manchester City dimiliki oleh Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan, saudara laki-laki Presiden UEA. Posisi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa putusan terhadap City dinilai sangat sensitif dan berpotensi berdampak pada hubungan bilateral Inggris-UEA.

Situasi tersebut juga menjadi persoalan yang lebih rumit bagi Burnham karena hubungannya yang sangat dekat dengan Manchester. Ia baru meninggalkan jabatan Wali Kota Greater Manchester pada musim panas lalu.

Dalam risalah pertemuan lain yang berlangsung di UEA pada Februari, Lord Stockwood menekankan pentingnya dua proyek besar, yakni Oxford-Cambridge Corridor dan Northern Growth Corridor.

Northern Growth Corridor merupakan proyek pembangunan bernilai miliaran poundsterling yang antara lain mencakup peningkatan besar-besaran jaringan kereta api dari Liverpool dan Manchester hingga ke arah timur menuju Laut Utara.

Risalah bertanggal 5 Februari yang juga diperoleh The Telegraph melalui aturan kebebasan informasi menunjukkan Stockwood mempromosikan “kemampuan unik” Inggris di bidang penelitian dan desain, serta rencana pemerintah untuk mendorong pertumbuhan kecerdasan buatan (AI).

Dalam pertemuan tersebut, Stockwood bertemu Sheikh Hamad bin Zayed Al Nahyan, yang dikenal sebagai HbZ. Ia memimpin Abu Dhabi Investment Authority, salah satu dana kekayaan negara UEA lainnya dengan aset kelolaan sekitar 900 miliar poundsterling.

Stockwood juga bertemu Khaldoon untuk membahas investasi melalui Mubadala.

“JS [Lord Stockwood] mencatat bahwa dia ingin memulai pembicaraan, untuk bekerja sama dari kedua arah demi mencapai ambisi bersama dalam investasi. JS mencatat bahwa pemerintah ini mendukung penciptaan kekayaan dan pro-pertumbuhan,” demikian isi risalah pertemuan tersebut.

Risalah itu kemudian mencatat: “JS mencatat Ox-Cam, dan Northern Growth Corridor untuk menggabungkan berbagai kemampuan pemerintah daerah. Investasi adalah salah satu bagian dari hal ini, tetapi begitu juga dengan transfer pengetahuan.”

Dalam pertemuan tersebut, Khaldoon secara khusus membanggakan investasi Abu Dhabi di Manchester serta perubahan yang terjadi di kota tersebut.

“KaM mencatat bahwa mereka sangat bangga dengan apa yang telah mereka capai melalui investasi mereka di Manchester,” demikian bunyi risalah tersebut.

Pernyataan Burnham dalam perselisihan antara Manchester City dan Premier League sebelumnya mendapat kecaman luas. Namun, sikap tersebut kini juga dikaitkan dengan tekanan yang dihadapi pemerintah Inggris dari Abu Dhabi terkait hubungan investasi kedua pihak.

 

(luc/luc)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *