
Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia angkat suara perihal isu pemotongan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pertambangan milik PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Hal itu dia sampaikan dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi XII DPR RI, Rabu (16/9/2026).
Bahlil menegaskan bahwa pemerintah tidak memotong alokasi RKAB milik PT Vale Indonesia, dia mengatakan Vale sendiri lah yang mengajukan kuota tambahan setelah tahap awal persetujuan.
Berdasarkan catatannya, alokasi RKAB tahap pertama yang diajukan Vale sebenarnya telah diberikan. Namun, ia meminta pihak Vale untuk tidak menyampaikan laporan yang keliru seolah-olah terjadi pemotongan kuota dari pemerintah.
“Menyangkut Vale, saya tahu tidak ada BUMN yang kita potong RKAB-nya. Cuma Vale saja. Vale itu bukan (pemerintah) memotong. Kita kasih, tetapi dia minta tambah. Jadi, tahap pertama kita sudah kasih. Jangan dia kasih laporan sembarang-sembarang. Aku fair-fair saja kok,” katanya dalam Raker dengan Komisi XII DPR RI, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Menurutnya, pertimbangan untuk memberikan kuota tambahan RKAB untuk perusahaan sangat bergantung pada rekam jejak maupun ketaatan perusahaan.
Ia menekankan pentingnya perlakuan yang setara (equal treatment) bagi seluruh pelaku usaha pertambangan di Indonesia, termasuk BUMN seperti PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Aneka Tambang Tbk (Antam).
“Kita sudah kasih tapi dia minta tambah. Tapi kita memberikan tambah itu kan sesuai amal perbuatan. Kalau amal perbuatannya bagus, kita kasih bagus. Karena negara ini bukan mau-mau kita saja kita mau urus, harus semuanya equal treatment, kira-kira itu. PTBA, PT Antam, semuanya kita kasih. Enggak ada yang kita enggak kasih,” tegasnya.
Ia menilai pihak perusahaan seharusnya mengikuti aturan yang transparan daripada sekadar menyampaikan keluhan.
Dengan begitu, pemerintah berkomitmen untuk menyelesaikan dan memperjelas permasalahan RKAB PT Vale Indonesia tersebut. Namun, Bahlil menegaskan agar pihak manajemen Vale turut membenahi kinerja serta tata kelola operasionalnya.
“Menyangkut RKAB sekali lagi akan saya clearkan menyangkut dengan Vale. Tapi amal perbuatannya juga harus diperbaiki,” tandasnya.
(pgr/pgr)
Leave a comment