Home Finance Strategi RI Gaet Investasi: Bangun Hilirisasi dengan Ekosistemnya
Finance

Strategi RI Gaet Investasi: Bangun Hilirisasi dengan Ekosistemnya

Share
Strategi RI Gaet Investasi: Bangun Hilirisasi dengan Ekosistemnya
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebutkan pemerintah tidak hanya mendorong program hilirisasi, melainkan dibarengi dengan pembangunan ekosistemnya. Hal itu untuk memastikan proyek-proyek hilirisasi nasional tidak hanya berhenti pada pengolahan bahan mentah, namun juga menciptakan rantai produksi hingga barang jadi.

Deputi Bidang Hilirisasi Investasi Strategis BKPM Heldy Satrya Putera memaparkan peta jalan hilirisasi pemerintah yang mencakup pengembangan 28 komoditas. Menurutnya, pembangunan ekosistem sekaligus menjalankan program hilirisasi penting untuk memberikan keyakinan bagi para investor global agar mau menanamkan modal jangka panjang di Indonesia.

“Nah yang lainnya itu kita dorong lagi membangun hilirisasi ini dengan membangun ekosistemnya. Jadi tidak hanya kita memikirkan produk awal saja tapi bagaimana produk ini berlanjut sampai end product-nya. Nah ini yang harus kita awasi juga,” ujarnya dalam acara Mindialogue 2026, di Jakarta, dikutip Kamis (13/8/2026).

Strategi pembangunan ekosistem ini diawali dengan memberikan kepastian pasokan bahan baku dari cadangan sumber daya alam yang melimpah. Heldy mengatakan investor tidak akan tertarik membangun industri jika tidak ada jaminan keberlanjutan pasokan bahan baku di lokasi tersebut.

“Kriteria pertama adalah mengenai cadangan. Para pelaku usaha, investor tidak akan membangun industri kalau tidak ada kepastian atau sustainability dari bahan bakunya. Oleh karena itu kita buatlah satu kita identifikasi data mana cadangan kita yang memang kita itu terbesar dunia,” jelasnya.

Selain bahan baku, pemerintah fokus menarik investor “champion” yang memiliki penguasaan teknologi terbaik untuk mengolah sumber daya alam di dalam negeri. Untuk mengimbangi kehadiran teknologi tersebut, pihaknya mendorong persiapan sumber daya manusia (SDM) melalui program vokasi yang didukung insentif fiskal.

“Kita dorong dengan paket vokasional insentif juga. Kita berikan 200% dari total biaya yang mereka keluarkan untuk mendidik. Ya, sehingga mereka bisa mendapatkan insentif,” tambahnya.

Salah satu contoh pembangunan hilirisasi beserta ekosistemnya seperti proyek hilirisasi komoditas nikel menuju industri baterai kendaraan listrik dan tembaga menuju produksi copper foil.

Dengan begitu, penyesuaian regulasi akan terus dilakukan secara dinamis agar investasi yang masuk tetap kompetitif dibandingkan dengan negara pesaing.

“Tetapi kalau kepastian selalu kita berusaha dan selalu kita juga melihat bagaimana negara-negara pesaing itu mereka memberikan kebijakan-kebijakan kalau ada yang lebih baik, nah kita lihat bagaimana,” tandasnya.

(pgr/pgr)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *