
Jakarta, CNBC Indonesia – Sungai Eufrat dan Tigris diperkirakan akan mengering pada 2040 nanti. Padahal sungai tersebut pernah berada di kawasan yang sangat subur.
Fenomena ini ternyata pernah diperingatkan oleh Rasullah SAW jauh sebelumnya. Berikut bunyinya:
“Hari kiamat tidak akan terjadi sebelum Sungai Eufrat mengering dan menyingkap gunung emas sehingga manusia menjadi saling berperang dan saling membunuh untuk mendapatkannya” (HR. Muslim No. 2894).
Sungai Eufrat mengalir beberapa negara, dari Turki, Suriah, dan Irak, baru bermuara di Teluk Persia. Ini menjadi sistem sungai terbesar yang berada di wilayah Asia Barat.
Eufrat yang berdampingan dengan Sungai Tigris adalah bagian dari wilayah yang subur. Di sekitarnya memiliki kondisi ideal untuk pertanian dan bahkan membuat peradaban di kota pertama dunia seperti Mesopotamia.
Namun sekarang sistem sungai tersebut mengering dengan sangat cepat. Bahkan laporan pemerintah Kementerian Sumber Daya Air pada 2021 memperingatkan sungai bisa mengering pada 2040.
Laporan tersebut menjelaskan sungai mengering diakibatkan penurunan permukaan air dan kekeringan akibat perubahan iklim, dikutip dari IFL Science, Senin (19/10/2026).
Aliran di sistem Eufrat-Tigris telah berkurang hampir setengahnya dalam beberapa dekade saja. Dari citra satelit dilaporkan 144 kilometer kubik air tawar menghilang dalam 10 tahun, mulai 2003 hingga 2013.
Parahnya lagi, manusia di sekitarnya bergantung pada sistem sungai ini. Dilaporkan 60 juta orang bergantung pada air di sistem sungai Eufrat-Tigris untuk kehidupannya, khususnya di Turki dan Irak.
Dua sungai besar, Eufrat dan Tigris, merupakan sistem perairan tertua dan paling bersejarah di dunia, yang menjadi fondasi lahirnya peradaban manusia. Keduanya berhulu di pegunungan Anatolia, Turki, dan mengalir sejajar ke arah tenggara melintasi wilayah Turki, Suriah, hingga Irak, sebelum akhirnya menyatu dan bermuara di Teluk Persia. Wilayah di antara kedua sungai ini dikenal sebagai Mesopotamia, yang berarti “tanah di antara sungai-sungai”.
Secara geografis, Sungai Eufrat memiliki panjang sekitar 2.800 kilometer dan merupakan sungai terpanjang di kawasan Asia Barat. Sungai Tigris lebih pendek, sekitar 1.900 kilometer, namun arusnya lebih deras. Keduanya menyuburkan wilayah yang disebut fertile crescent, tempat manusia pertama kali mengembangkan pertanian, membangun permukiman tetap, dan menciptakan sistem irigasi sekitar 10.000 tahun lalu.
Secara sejarah, lembah ini menjadi tempat lahirnya bangsa Sumeria, Babilonia, dan Asyur, peradaban yang menciptakan tulisan pertama, sistem hitungan, kalender, serta kode hukum tertulis tertua dalam sejarah manusia. Kota-kota pertama di dunia, seperti Uruk, Babilon, dan Niniwe, berdiri di tepian sungai ini. Kedua sungai juga disebutkan dalam berbagai naskah kuno dan kitab suci sebagai bagian dari kisah awal peradaban manusia.
(dem/dem)
Leave a comment