
Jakarta, CNBC Indonesia – PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) menyampaikan kemungkinan akan memperkuas komoditas strategis lainnnya selain batu bara, kelapa sawit, dan ferroalloy. Direktur Keuangan Sinthya Roesly mengatakan, rencana tersebut selaras dengan program pemerintah untuk memaksimalkan potensi sumber daya alam Tanah Air.
“Kemungkinan ada, karena cita-cita pemerintah sebenarnya kan tujuan utamanya adalah bagaimana resources Republik Indonesia ini dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan kemakmuran masyarakat ya,” ujarnya di gedung Wisma Danantara Jakarta, Senin (24/8/2026).
Ia menuturkan, peningkatan nilai tambah kekayaan alam Ibu Pertiwi perlu dilakukan yang akan berdampak pada kontribusi pertumbuhan nasional.
“Valuenya itu dihargai secara fair. Dan ini juga akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi kemudian sebagai dampaknya,” ucapnya.
Namun, terkait perluasan komoditas strategis lainnya, kata Sinthya, perlu dikaji lebih jauh. Namun, pihaknya sudah mulai menganalisa terkait hal tersebut.
“Kami juga sudah mulai menganalisa, tapi secara bertahap, tentu dengan realitynya dan kemudian bagaimana tadi efisiensi dan juga pragmatisme dari operasionalnya,” sebutnya.
Ia menambahkan, perluasan komoditas tersebut akan dilakukan secara bertahap dan akan dipastikan bahwa eksekusi dari mandat pemerintah dapat terukur dan juga dapat diterima oleh pasar. “Jadi tidak, tidak gegabah begitu saja,” tutupnya.
Sebagaimana diketahui, DSI dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 2026 tentang Tata Kelola Ekspor Komditas Sumber Daya Alam Strategis, DSI memiliki mandat untuk memperkuat transparansi, tata kelola, dan optimalisasi nilai dalam ekspor komoditas strategis Indonesia.
Sejak mulai beroperasi pada 1 Juni 2026, DSI telah mulai beroperasi yang mencakup komoditas batu bara, kelapa sawit, dan ferroalloy.
(rob/wur)
Leave a comment