
Mimika, CNBC Indonesia – PT Freeport Indonesia (PTFI) sedang melakukan pengembangan tambang bawah tanah terbaru, yaitu Kucing Liar. Proyek ini diprediksi bisa menghasilkan 7 miliar pound tembaga dan 6 juta ounces emas.
Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menyampaikan, secara keseluruhan nilai investasi pengembangan tambang bawah tanah Kucing Liar mencapai Rp72 triliun. Adapun sampai sekarang, perusahaan sudah menggelontorkan investasi hingga sekitar Rp25 triliun.
“Pengembangan tambang bawah tanah Kucing Liar yang akan menjadi salah satu sumber produksi utama perusahaan di masa depan,” terang Tony Wenas dalam sambutan upacara HUT ke-81 RI, di Tembagapura, Papua Tengah, dikutip Selasa (18/8/2026).
Tony menambahkan, tambang ini diproyeksikan akan menghasilkan lebih dari 7 miliar pound tembaga dan 6 juta ounces emas sepanjang masa operasinya.
“Investasi ini menunjukkan bahwa di tengah masa pemulihan, Freeport Indonesia tetap melangkah maju dan terus membangun fondasi bagi keberlanjutan perusahaan dan manfaatnya bagi bangsa dan negara,” tegas Tony.
Untuk mendukung investasi tambang bawah tanah kucing liar, perusahaan juga sudah mengajukan perpanjangan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) yang berakhir pada tahun 2041. Kelak, jika IUPK sudah disepakati, maka operasi pertambangan akan dilaksanakan seumur tambang.
“Langkah ini sangat penting untuk memastikan konservasi pertambangan, keberlanjutan investasi jangka panjang, menjaga lapangan kerja bagi 30 ribuan pekerja, mempertahankan kontribusi kepada negara yang jumlahnya puluhan triliun bahkan dapat mencapai ratusan triliun setiap tahunnya serta tentu saja melanjutkan program pengembangan masyarakat kita di masa mendatang,” tegas Tony Wenas.
(pgr/pgr)
Leave a comment