
Jakarta, CNBC Indonesia – Spyware jadi momok menakutkan bagi pengguna smartphone. Karena bisa berdampak pada kinerja ponsel.
Cara masuknya bisa beragam, mulai dari aplikasi berbahaya, link, email, hingga pesan phishing. Setelah berakhir menginfeksi ponsel, spyware akan bekerja diam-diam di layar belakang dan memata-matai aktivitas pengguna.
Tanpa diketahui, spyware bakal bisa merekam percakapan, seperti panggilan telepon hingga di media sosial. Selain itu mencatat lokasi pengguna melalui GPS.
Sebenarnya beberapa tanda mengindikasikan ponsel telah terinfeksi spyware. Berikut beberapa skenario tersebut:
- menerima pesan SMS, media sosial atau email aneh dan tidak biasa
- permintaan izin, download atau instalasi software yang aneh pada ponsel
- saat ponsel hilang dan muncul kembali dengan perubahan pengaturan yang tidak dikenali, kemungkinan perangkat telah dirusak
- khusus stalkerware, pesan infeksi awal mungkin lebih personal dan disesuaikan dengan korban. Namun akses fisik tetap diperlukan.
Sementara itu, berikut beberapa tanda ponsel telah diretas:
- daya baterai HP yang cepat terkuras, suhu bodi panas berlebih atau kinerja lambat
- perilaku ponsel aneh, seperti fungsi GPS atau kamera yang tiba-tiba menyala dan mati sendiri atau reboot acak dan kerusakan misterius
- muncul pop-up notifikasi yang mengindikasikan ponsel telah terinfeksi adware atau mesin pencarian pilihan telah diubah
- data seluler yang mengalami peningkatan penggunaan luar biasa
- ada suara aneh atau distorsi selama panggilan telepon, tapi bisa jadi karena sinyal buruk
- kesulitan mematikan perangkat sepenuhnya
- mendapatkan layanan atau paket SMS premium tanpa diketahui sebelumnya
(dem/dem)
Leave a comment