
Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Perang Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth semakin kuat mengendalikan Pentagon. Mantan pembawa acara Fox News tersebut telah mencopot sejumlah pejabat militer yang dinilai tidak sejalan dengannya.
Korban terbaru adalah Menteri Angkatan Darat AS Dan Driscoll. Ia mengajukan pengunduran diri kepada Presiden Donald Trump pada Senin (31/8/2026). Dia berbulan-bulan berselisih dengan Hegseth yang dikenal sangat dekat dengan Trump.
Dilansir dari The Economist, perselisihan keduanya terutama berkaitan dengan pencopotan sejumlah perwira senior dan arah pengembangan Angkatan Darat AS.
Driscoll ingin melanjutkan pembaruan militer agar lebih siap menghadapi perang modern yang banyak menggunakan drone. Sementara Hegseth ingin merombak jajaran pimpinan dan membawa militer AS ke arah yang lebih sesuai dengan pandangannya.
Kepergian Driscoll semakin memperkuat kendali Hegseth atas Pentagon, markas Departemen Perang AS.
Padahal, satu setengah tahun lalu, tidak banyak yang memperkirakan Hegseth akan memiliki pengaruh sebesar sekarang. Pengalamannya dianggap terlalu minim untuk memimpin para jenderal dan laksamana serta mengurus salah satu organisasi militer terbesar di dunia.
Sebelum masuk pemerintahan, Hegseth lebih dikenal sebagai pembawa acara akhir pekan Fox News dan tokoh konservatif yang aktif menyuarakan pandangannya dalam berbagai perdebatan budaya.
Ia memang memiliki pengalaman militer, tetapi hanya mencapai pangkat mayor di Garda Nasional AS. Pengalaman tersebut dinilai jauh berbeda dibandingkan tugasnya sekarang yang mencakup pengelolaan anggaran, pasukan, dan operasi militer AS di berbagai negara.
Proses pengangkatannya juga sempat diwarnai tuduhan mengenai kesalahan pengelolaan keuangan di tempat kerja sebelumnya dan kebiasaan mengonsumsi minuman keras secara berlebihan. Hegseth membantah seluruh tuduhan itu dan akhirnya lolos dari proses konfirmasi Senat dengan selisih suara tipis.
Setelah menjabat, Hegseth kembali diterpa sejumlah kontroversi. Ia pernah dipersoalkan karena penanganan informasi rahasia dan memerintahkan tes poligraf terhadap sejumlah bawahannya.
Meski demikian, berbagai masalah tersebut tidak membuat posisinya melemah. Sebaliknya, Hegseth kini semakin leluasa menentukan arah Pentagon dan susunan pimpinan militer AS.
Puluhan Jenderal Dicopot
Sejak menduduki jabatan, Hegseth telah mencopot sedikitnya 24 perwira berpangkat jenderal atau laksamana.
Menurut The Economist, sebagian dari mereka diduga kehilangan jabatan bukan karena persoalan kinerja. Faktor ras, jenis kelamin, maupun kedekatan dengan perwira yang tidak disukai Hegseth disebut ikut memengaruhi keputusan tersebut.
Angkatan Darat menjadi salah satu bagian militer yang paling banyak terkena perombakan.
Hubungan Hegseth dengan institusi itu memang tidak sederhana. Meski pernah bertugas di Garda Nasional, ia pernah mengatakan Angkatan Darat telah menyingkirkannya.
Pada April 2026, Hegseth mencopot Jenderal Randy George, perwira paling senior di Angkatan Darat AS. George diketahui memiliki hubungan kerja yang dekat dengan Driscoll.
Dua bulan kemudian, Jenderal Chris Donahue dipaksa pensiun setelah Hegseth menurunkan status komando Angkatan Darat AS untuk Eropa dan Afrika.
Donahue sebelumnya menjabat sebagai komandan Angkatan Darat AS di kedua wilayah tersebut dan dikenal sebagai salah satu jenderal bintang empat yang cukup disegani.
Serangkaian pergantian itu membuat posisi penting di Angkatan Darat AS kosong. Di tengah perang dengan Iran, Angkatan Darat belum memiliki kepala staf, menteri, maupun komandan pasukan di Eropa yang telah disetujui Senat.
Wakil Driscoll juga disebut berada di ambang pintu keluar.
Driscoll Sempat Menahan Pencopotan
Driscoll tidak hanya diam melihat banyak perwira senior kehilangan jabatan. Ia sempat berusaha mencegah Hegseth mencopot sejumlah pejabat Angkatan Darat.
Seorang staf senior Kongres mengatakan Driscoll berhasil melindungi atau menggagalkan pemecatan beberapa perwira.
Namun, perselisihan keduanya akhirnya mencapai puncak ketika Hegseth menghapus tujuh nama dari daftar 18 perwira Angkatan Darat yang sebelumnya telah disetujui untuk mendapat promosi menjadi jenderal bintang dua.
Keputusan itu dipercaya menjadi pemicu terakhir yang membuat Driscoll memilih mundur.
Kepergiannya terjadi pada saat yang cukup genting. Driscoll merupakan teman kuliah Wakil Presiden JD Vance di Universitas Yale sekaligus salah satu orang kepercayaannya.
Di dalam pemerintahan, Driscoll disebut menjadi salah satu pejabat yang menahan sikap Hegseth yang lebih keras terhadap Iran.
Beberapa hari sebelum mengundurkan diri, Driscoll bahkan menyampaikan langsung kekhawatirannya kepada Trump. Ia menilai perang Iran telah memberikan beban besar terhadap militer AS, sementara Hegseth terus ikut campur dalam penempatan perwira.
Kekhawatiran serupa disebut berkembang di sejumlah bagian Pentagon.
Program Drone Ikut Terganggu
Mundurnya Driscoll tidak hanya mengubah susunan pimpinan. Sejumlah program pembaruan Angkatan Darat yang berada di bawah pengawasannya juga terancam kehilangan arah.
Driscoll menjadi salah satu tokoh utama dalam program pengembangan dan pengadaan drone militer. Perannya begitu menonjol hingga Trump menjulukinya sebagai “drone guy“.
Pada November 2025, Driscoll mengunjungi Ukraina untuk melihat langsung perubahan yang terjadi dalam perang modern.
Dalam kunjungan tersebut, ia menyampaikan penilaian keras kepada para komandan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bahwa mereka sedang kehilangan posisi dalam perang melawan Rusia.
Pada saat yang sama, Driscoll memulai kerja sama teknologi dengan para ahli drone Ukraina. Pengalaman Ukraina dinilai penting karena negara tersebut menggunakan pesawat nirawak dalam skala besar, mulai dari pengintaian, serangan, hingga mengganggu jalur pasokan Rusia.
Namun, perhatian dan pujian yang diterima Driscoll dari program tersebut disebut membuat Hegseth tidak nyaman.
Sejumlah program yang berkaitan dengan Driscoll dan para pejabat dekatnya kini mulai dikurangi. Salah satunya adalah batalion baru yang dibentuk Jenderal Randy George pada Januari 2026.
Unit tersebut dibentuk untuk mempelajari penggunaan drone dan menyiapkan pasukan menghadapi pola perang baru. Namun, batalion itu kini mulai dihentikan secara bertahap oleh Jenderal Christopher LaNeve.
LaNeve saat ini menjadi penjabat kepala staf Angkatan Darat dan dikenal dekat dengan Hegseth.
Angkatan Darat Diajak Kembali ke Dasar
LaNeve lebih memilih pendekatan back-to-basics atau kembali memperkuat kemampuan dasar Angkatan Darat.
Pengadaan teknologi baru tetap berjalan. Namun, perhatian lebih besar mulai diberikan pada kebijakan yang sejalan dengan agenda politik Make America Great Again atau MAGA.
Di bawah LaNeve, sejumlah unit Angkatan Darat AS di Eropa mulai dikurangi. Fokus pasukan juga lebih banyak diarahkan ke kawasan belahan bumi Barat.
Driscoll sebelumnya juga berselisih dengan LaNeve mengenai rencana perubahan standar kebugaran fisik tentara. Persoalan kebugaran prajurit telah lama menjadi perhatian Hegseth.
Perubahan arah tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kelanjutan modernisasi Angkatan Darat AS.
Perang Ukraina menunjukkan bahwa drone, teknologi digital, dan kemampuan beradaptasi dengan cepat telah menjadi bagian penting dari pertempuran. Namun, program yang dibuat untuk mengejar perubahan itu kini menghadapi ketidakpastian setelah para pendukung utamanya kehilangan jabatan.
Orang Dekat Hegseth Berpeluang Masuk
Mundurnya Driscoll membuka jalan bagi Hegseth untuk semakin memperkuat pengaruhnya di Angkatan Darat AS.
Nama Sean Parnell, juru bicara Pentagon, mulai disebut sebagai calon pengganti Driscoll. Seperti Hegseth, Parnell dikenal vokal dalam perdebatan budaya dan memiliki pandangan politik konservatif.
Namun, Parnell diperkirakan akan menghadapi proses konfirmasi yang berat di Senat. Pengalamannya dalam mengelola organisasi besar juga dianggap masih terbatas.
Meski demikian, ia tetap dapat menjalankan tugas sebagai penjabat menteri tanpa menunggu persetujuan penuh Senat.
Jika Parnell benar-benar mengisi posisi tersebut, Hegseth akan memiliki orang dekatnya di pucuk pimpinan Angkatan Darat. Setelah serangkaian pencopotan dan pengunduran diri, susunan kepemimpinan Pentagon kini semakin mengikuti arah yang diinginkan Hegseth.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(evw/evw)
Leave a comment