![]()
Jakarta, CNBC Indonesia – CEO of Icon Cancer Centre ASEAN, Serena Wee mengatakan bahwa Icon Cancer Centre telah mengoperasikan layanan onkologi di Bali International Hospital (BIH), yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur.
Icon Cancer Centre memberikan kesempatan bagi masyarakat Indonesia yang sebelumnya mungkin memilih berobat ke luar negeri untuk mendapatkan alternatif layanan kesehatan yang kredibel dan berkualitas tinggi di dalam negeri.
“Hal yang paling penting dari kemajuan ini adalah memungkinkan kami memberikan pelayanan terbaik dengan sedekat mungkin dengan tempat tinggal pasien Indonesia,” ungkap dia dalam Health Summit 2026 yang diselenggarakan CNBC Indonesia, Kamis (8/10/2026).
Menurutnya, setidaknya ada dua pencapaian yang sudah dilakukanIcon Cancer Center di BIH. Yang pertama menurutnya, sebanyak13 dokter asing telah memperoleh izin untuk berpraktik di BIH, yang terdiri dari enam dokter spesialis onkologi, yaitu dokter spesialis onkologi medik dan onkologi radiasi; enam dokter bedah, termasuk ahli bedah kardiotoraks, gastroenterologi, dan bedah kolorektal; serta satu dokter spesialis kedokteran nuklir.
Yang menjadi sejarah lain bagi Indonesia adalah para dokter tersebut berasal dari Singapura, Australia, dan Malaysia.
“Mereka bekerja bersama, berbagi pengetahuan, melakukan transfer keahlian, serta secara bersama-sama membangun dan mengembangkan kapasitas layanan kesehatan di Indonesia. Kami juga berhasil menghadirkan obat-obatan onkologi inovatif yang berbasis bukti ke Indonesia. Sekitar 30% obat yang sebelumnya belum tersedia di Indonesia kini telah tersedia di BIH,” rinci Serena Wee.
Ke depan, Serena Wee berharap bisa menghubungkan berbagai peluang yang telah dimungkinkan oleh perubahan kebijakan dengan realitas praktis dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.
Selain itu, Icon Cancer Center memastikan untuk bekerja bersama dan membangun kapasitas bersama rekan-rekan di Indonesia.
“Icon hadir di Australia, Singapura, dan Malaysia, dengan demikian, kami membawa jaringan kemampuan dan keahlian tersebut ke Indonesia. Kami ingin memperdalam kolaborasi ini melalui tumor board, praktik klinis bersama, pelatihan, mentoring, dan berbagi pengetahuan,” jelas dia.
Menurutnya, pengembangan pengetahuan dan kapasitas tidak boleh hanya mencakup dokter. Perawat, terapis radiasi, apoteker, fisikawan medis, dan tenaga kesehatan lainnya juga memiliki peran yang sangat penting.
Oleh karena itu, pelatihan akan menciptakan lapangan pekerjaan yang bernilai tinggi dan bermakna bagi tenaga kesehatan terkait di Indonesia. Di sisi lain, Icon juga akan memastikan perjalanan pasien layak secara finansial dan berorientasi pada kebutuhan manusia.
“Saya mencoba mendefinisikan apa yang menurut saya dimaksud dengan kebijakan yangcepat, tepat, dan berorientasi pada manusia,” pungkas dia.
(dpu/dpu)
Leave a comment