Home Finance Tinggi Anak Lebih Pendek dari Teman Sebaya, Perlu Diperiksa?
Finance

Tinggi Anak Lebih Pendek dari Teman Sebaya, Perlu Diperiksa?

Share
Tinggi Anak Lebih Pendek dari Teman Sebaya, Perlu Diperiksa?
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Melihat anak memiliki tinggi badan lebih pendek dari teman sebayanya dapat membuat orang tua khawatir. Namun, orang tua tidak perlu langsung panik, karena setiap anak memiliki pola dan kecepatan pertumbuhan yang berbeda. Perbedaan tinggi badan dengan teman sebaya belum tentu menunjukkan adanya gangguan pertumbuhan.

Meski demikian, orang tua perlu memantau pertumbuhan anak secara berkala dan berkonsultasi dengan dokter jika terdapat tanda-tanda pertumbuhan yang perlu dievaluasi lebih lanjut.

Menurut dr. Patar Parmonangan Oppusunggu, Mayapada Hospital Tangerang, salah satu bagian penting dalam pertumbuhan tinggi badan anak adalah lempeng pertumbuhan atau growth plate, yaitu area pada ujung tulang yang berperan dalam proses pemanjangan tulang selama masa pertumbuhan.

“Selama anak masih dalam masa pertumbuhan, growth plate akan terus bekerja membantu tulang bertambah panjang. Namun, bila area ini mengalami gangguan, misalnya akibat cedera atau kondisi tertentu, pertumbuhan tulang dapat menjadi tidak optimal,” jelas dr. Patar dikutip Senin (28/9/2026).

Karena itu, orang tua perlu memperhatikan pola pertumbuhan anak dari waktu ke waktu. Bila tinggi badan anak tampak tidak bertambah sesuai perkembangannya, atau terdapat perbedaan pertumbuhan antara satu tungkai dengan tungkai lainnya, pemeriksaan lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengevaluasi kondisi lempeng pertumbuhannya.

Cara Memantau Pertumbuhan Anak

Lantas, bagaimana cara memastikan anak bertumbuh sesuai usianya? dr. Eddy Fadlayana, Mayapada Hospital Bandung menjelaskan, pertumbuhan anak dapat dipantau melalui pengukuran tinggi atau panjang badan secara berkala.

“Pada anak di bawah dua tahun, pengukuran dilakukan dalam posisi berbaring menggunakan papan ukur (length board). Sementara itu, anak usia di atas dua tahun diukur dalam posisi berdiri menggunakan alat ukur tinggi badan (stadiometer). Pengukuran perlu dilakukan sesuai prosedur agar hasilnya akurat,” ujarnya.

Kurva Pertumbuhan WHOFoto: dok Istimewa (Kurva Pertumbuhan WHO
Kurva Pertumbuhan WHOFoto: dok Istimewa (Kurva Pertumbuhan WHO)

Hasil pengukuran kemudian dibandingkan dengan kurva pertumbuhan World Health Organization (WHO) berupa grafik pertumbuhan untuk melihat apakah tinggi dan berat badan anak sesuai dengan usia dan jenis kelaminnya.

Untuk anak di bawah 5 tahun, digunakan standar WHO 2006, sedangkan anak di atas 5 tahun menggunakan standar WHO 2007. Standar tersebut telah diadopsi di Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

“Dari grafik tersebut, pertumbuhan anak dinilai menggunakan Z-score, yaitu angka yang menunjukkan posisi pertumbuhan anak dibandingkan dengan standar anak seusianya. Rentang normalnya berada antara -2 hingga 2. Jika hasil pengukuran tinggi badan menunjukkan Z-score di bawah -2, kondisi tersebut dapat mengindikasikan stunting,” pungkas dr. Eddy.

Dengan demikian, pertumbuhan anak perlu dipantau secara berkala melalui hasil pengukuran yang dibandingkan dengan standar WHO. Orang tua juga perlu mendukung tumbuh kembang anak melalui pola hidup sehat. “Pastikan berat badan anak sesuai dengan usianya, penuhi kebutuhan nutrisi, Aktivitas fisik secara rutin dan tidur yang cukup juga penting karena hormon pertumbuhan diproduksi lebih banyak saat anak tidur,” jelas dr. Eddy.

Dukungan Layanan untuk Tumbuh Kembang Anak

Setiap anak memiliki pola pertumbuhan yang berbeda. Karena itu, mengenali tanda gangguan pertumbuhan sejak dini menjadi penting untuk memastikan penyebabnya sehingga dapat ditangani dengan tepat.

Mayapada Hospital menyediakan Orthopedic Center dengan dukungan Dokter Spesialis Ortopedi Subspesialis Anak, untuk menangani berbagai kondisi tulang dan sendi anak. Berbagai masalah kesehatan dan tumbuh kembang anak juga dapat ditangani melalui Pediatric Center Mayapada Hospital, mulai dari alergi, gangguan pencernaan, ginjal, jantung, dan infeksi hingga kebutuhan khusus seperti autisme dan disleksia.

Mayapada Hospital Bandung (MHBD) juga memiliki Pediatric Center yang lengkap dengan ruang rawat inap khusus anak (Pediatric Ward) dalam satu lantai, Pediatric Emergency 24 jam, didukung 11 dokter spesialis dan subspesialis anak, fasilitas ramah anak, termasuk teknologi Vein Finder untuk proses infus dan pengambilan sampel darah yang lebih nyaman.

Pediatric Center MHBD juga dilengkapi Klinik Tumbuh Kembang & Neurobehavior yang menyediakan layanan Terapi Okupasi, Terapi Wicara, Terapi Sensori Integrasi, Fisioterapi Anak, Psikotes, Tes Minat & Bakat, Tes Kesiapan Sekolah, serta konseling pola asuh dan konseling keluarga.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan Mayapada Hospital dapat menghubungi Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, atau melalui aplikasi MyCare. Selain itu, Anda juga dapat memantau kebugaran tubuh melalui fitur Personal Health untuk menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, hingga Body Mass Index (BMI).

(dpu/dpu)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *