Home Finance Todotua Ungkap PR Besar RI: Struktur Biaya Rantai Pasok
Finance

Todotua Ungkap PR Besar RI: Struktur Biaya Rantai Pasok

Share
Todotua Ungkap PR Besar RI: Struktur Biaya Rantai Pasok
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu mengungkapkan pemerintah mendorong hilirisasi sebagai agenda besar menciptakan nilai tambah terhadap kekayaan sumber daya alam yang dimiliki. Pasalnya, Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah besar terkait struktur biaya rantai pasok yang masih tinggi, konsumsi yang besar, hingga impor yang tinggi.

“Struktur cost kita masih tinggi, sehingga ini menjadi persoalan. PR besar kita bagaimana rantai pasok suplai yang juga bagian dari konsumsi, kita dengan jumlah populasi yang besar bisa kita olah sendiri,” kata Todotua dalam acara Mindialogue 2026: Mineral untuk Stabilitas Ekonomi RI, (Rabu 12/8/2026).

Hilirisasi digaungkan terutama untuk menekan biaya dari demand konsumsi, karena kontrol biaya bergantung pada negara produsen. Hal ini membuat Indonesia sebagai salah satu jumlah penduduk terbanyak menjadi rentan dengan biaya konsumsi yang tinggi.

“Kalau cost konsumsinya besar, maka valuenya juga harus kita lihat. Maka kita lihat tantangannya adalah angka-angka realisasi ini, mungkin angka ini (target investasi) sudah kita capai, tapi kalau struktur costnya tinggi secara teori (angkanya) tidak sampai,” ungkapnya.

Dia juga menegaskan kekuatan Indonesia bukan hanya dilihat dari kekayaan sumber daya alam yang ada, melainkan bagaimana bisa menciptakan nilai tambah dari kekayaan tersebut.

“Kalau kita tidak bisa menciptakan value terhadap produk SDA kita, maka tidak akan memberikan impact,” kata Tododua.

Dia juga menekankan bahwa pemerintah terus melakukan reformasi birokrasi khususnya mengenai perizinan. Mulanya, Todotua menyampaikan bahwa Indonesia memiliki target pertumbuhan ekonomi mencapai 8%. Salah satu yang bisa mendukung itu adalah teralisasinya target investasi yang masuk ke dalam negeri.

Sebagaimana diketahui, realisasi investasi pada tahun 2025 mencapai Rp 1.950 triliun atau 3% lebih tinggi dari yang ditargetkan. “Jadi ini kita melihat memang pergerakan realisasi investasi ini cukup baik. Kita masih punya level confidence terhadap itu, tapi kita mengerti realisasi investasi beberapa hal perlu kita lakukan perbaikan,” terang Todotua

(rah/rah)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *