
Jakarta, CNBC Indonesia – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menetapkan perubahan status kasus keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), dari sebelumnya dikategorikan sebagai kejadian menonjol menjadi kejadian fatal. Sejalan dengan keputusan tersebut, BGN juga mulai menerapkan prinsip zero tolerance terhadap setiap insiden keamanan pangan yang terjadi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Keputusan itu diambil usai Sudaryono melakukan kunjungan langsung kepada penerima manfaat yang terdampak kasus keracunan di Semarang, Jawa Tengah. Menurutnya, setiap insiden yang mengancam keselamatan penerima manfaat harus diperlakukan sebagai persoalan serius, karena menyangkut nyawa dan kesehatan masyarakat.
“Sesuai dengan (hasil) rapat, kami putuskan bahwa keracunan menjadi kejadian fatal. Ini menyangkut nyawa seseorang, kondisi kesehatan seseorang. Kami berharap ini menjadi kasus yang pertama dan terakhir semenjak saya menjadi Kepala Badan,” tegas Sudaryono dalam keterangannya, dikutip Selasa (4/8/2026).
Dengan perubahan status tersebut, BGN juga memperketat mekanisme penanganan apabila terjadi dugaan keracunan makanan di dapur MBG. Setiap SPPG yang diduga menjadi sumber insiden akan langsung dihentikan sementara operasionalnya (suspend), untuk menjalani investigasi menyeluruh.
Pemeriksaan akan mencakup hasil uji laboratorium, penerapan standar higiene dan sanitasi, kepatuhan terhadap prosedur operasional, hingga evaluasi terhadap personel yang bertanggung jawab dalam operasional dapur.
Tak hanya itu, Sudaryono memastikan kepala SPPG sebagai penanggung jawab operasional akan langsung dicopot apabila terjadi kasus keracunan, sembari menunggu hasil investigasi lebih lanjut.
“Setiap ada kasus keracunan, dapur atau SPPG langsung kami suspend. Kepala SPPG kami copot, kemudian kami investigasi apakah terjadi kelalaian atau ada unsur lain. Hasil investigasi itu menjadi dasar untuk menentukan langkah berikutnya,” ujarnya.
Ia menegaskan, kebijakan tersebut bukan semata-mata bertujuan memberikan hukuman, melainkan membangun budaya kerja yang mengutamakan keselamatan penerima manfaat sekaligus meningkatkan disiplin seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Program MBG.
“Zero tolerance terhadap kasus keracunan. Ini menyangkut nyawa, kondisi kesehatan, dan keamanan anak-anak kita, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita,” ucap dia.
BGN menyatakan, akan terus memperkuat pengawasan terhadap seluruh SPPG agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis memenuhi standar keamanan pangan yang lebih ketat. Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah terulangnya kasus serupa sekaligus menjamin keamanan dan keselamatan seluruh penerima manfaat di berbagai daerah.
(wur)
Leave a comment