Home Finance Top! UMKM Ini Lambungkan Oleh-Oleh Khas Jakarta ke Negeri Sakura
Finance

Top! UMKM Ini Lambungkan Oleh-Oleh Khas Jakarta ke Negeri Sakura

Share
Top! UMKM Ini Lambungkan Oleh-Oleh Khas Jakarta ke Negeri Sakura
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Jakarta sebagai ibukota negara kerap dijadikan sebagai salah satu alternatif destinasi wisata. Namun warga Jakarta kerap kali kebigungan saat harus memberikan buah tangan. Hal itu yang dirasakan Umairah pemilik Oleh-Oleh Khas Jakarta, Neng Mae.

Sebelum mendirikan Neng Mae, Umairah bingung harus membeli oleh-oleh untuk mertunya di Pemalang, khususnya kue Biji Ketapang dan Akar Kelapa. Menurutnya, kalau bukan Lebaran sangat sulit mendapat kue tersebut.

“Jadi aku dulu minta tolong ibuku, dan ternyata banyak yang suka. Sampai akhirnya ketika ide untuk membuat NengMae ini aku bakal cari Ibu-ibu yang at least bisa bikin kue. Tapi gak harus akar kelapa karena resep itu kita bisa sediakan,” ungkap Umairah kepada Media di Rorotan, Rabu (29/7/2026).

Berdiri sejak 2019, hingga masa 3-4 tahun sama sekali tidak mendapatkan profit. Menurut Umairah saat itu lebih banyak memberdayakan masyarakat rorotan, dari ibu-ibu hingga yang lebih tua lagi.

Bahkan kini dengan dengan omset mencapai Rp 125 juta per bulan dan produksi kue ratusan kilo, Umairah berharap bisa terus memberdayakan masyarakat Rorotan. Asal tahu saja, produk andalan NengMae antara lain, Akar Kelapa, Kacang Ngumpet, Biji Ketapang, Rengginang, Kembang Goyang, Dodol Betawi, dan Bir Pletok.

Tidak tanggung-tanggung, kudapan khas Jakarta ini juga sudah sampai Jepang dan Malaysia dalam partai besar secara langsung. Di dalam negeri, NengMae sudah terjual dari Aceh hingga Nusa Tenggara Timur. Bahkan saat ini, Umairah juga sedang menunggu pesanan perdananya di Shopee Ekspor.

Menurutnya, pihak Shopee merekomendasikan NengMae masuk dalam produk ekspor. Umairah pun terus melakukan persiapan ini, termasuk untuk packging yang lebih baik lagi untuk penjualan luar negeri.

“Kami masih nunggu pesanan dari luar negeri melalui Shopee. Adapun, secara jangka panjang, aku berharap produksi bisa meningkat dari yang rata-rata 20 kg per varian, bisa naik hingga 100 kg per minggu. Aku selalu ngomong setiap meeting akhir tahun, bu bisa ya nanti kita 100 kilo per minggu Ibu-ibunya pasti bilang bisa,” rinci Umairah.

Apalagi kini setiap varian kue yang dibuat, setidaknya bisa memberdayakan hingga empat orang. Umairah berharap NengMae bisa menjadi Top of Mind masyarakat saat mencari oleh-oleh dari Jakarta.

“Kami berharap NengMae bisa lebih besar lagi, punya toko di tengah kota, dan masyarakat Rorotan yang bisa ikut bertumbuh bersama NengMae bisa lebih banyak lagi,” ujarnya.

Besar dan bertumbuh bersama Shopee, ternyata sebagai pemilik usaha, Umairah memaksimalkan fitur yang ada di Shopee. Umairah menjelaskan bahwa NengMae sangat memanfaatkan fitur Shopee Seller Dashboard.

Memiliki background data analitik, Dashboard Shopee sangat membantu untuk melihat performa, tren, dan masih banyak lagi. Pasalnya menurut Umairah, dari dashboard didapatkan data mentah yang sangat mendetail, seperti kapan paling banyak pembeli atau sepi pembeli.

“Dari situ kita akhirnya mengambil banyak keputusan penting. Oleh karena itu, aku berharap juga banyak teman-teman UMKM yang bisa memanfaatkan fitur dan juga melek data. Apalagi data yang disediakan Shopee juga sangat mudah dibaca,” jelas Umairah.

Apalagi menurut Umairah, Shopee juga memfasilitasi seller untuk bertumbuh. Umairah sendiri beberapa bulan lalu mengikuti Kampus Shopee, yang menurutnya sangat membantu untuk pengembangan seller.

(dpu/dpu)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *