
Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyambut kesepakatan Turki dan Pakistan untuk memberikan dukungan militer kepada Arab Saudi melalui sebuah mekanisme pertahanan bersama yang melibatkan ketiga negara.
Trump menyampaikan dukungan tersebut saat berbicara kepada wartawan di Gedung Putih, Rabu (7/10/2026), sebelum bertolak ke Texas. Adapun ia ditanya mengenai keputusan Turki dan Pakistan mengirim pasukan militer ke Arab Saudi dalam kerangka Mecca Defense Alliance, yang kerap mendapat julukan “NATO versi Muslim”
“Saya pikir mereka ingin membantu Arab Saudi, dan menurut saya itu bagus,” kata Trump, dilansir Anadolu Agency.
Turki, Arab Saudi, dan Pakistan sebelumnya sepakat untuk segera menjalankan komitmen pertahanan bersama serta mengambil langkah-langkah guna memastikan pengerahan cepat pasukan dan kemampuan militer yang telah disepakati.
Kesepakatan itu diumumkan Senin melalui pernyataan Komite Strategis Politik dan Pertahanan Mekkah.
“Komite memutuskan untuk segera melaksanakan secara praktis komitmen pertahanan bersama dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menyediakan pasukan dan kemampuan militer yang telah disepakati serta memastikan pengerahan cepat mereka di Kerajaan, sesuai dengan pengaturan yang telah disetujui dan peraturan nasional masing-masing pihak. Dengan demikian, kesiapan, integrasi militer, serta kemampuan bersama untuk menghadapi dan menangkal ancaman dapat diperkuat,” demikian isi pernyataan tersebut.
Pemerintah Turki akan membawa perjanjian pertahanan dengan Arab Saudi dan Pakistan ke parlemen dalam beberapa hari ke depan.
Juru bicara Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), Omer Celik, mengatakan langkah tersebut akan membuka proses ratifikasi kesepakatan yang berpotensi menjadi dasar bagi pengerahan pasukan Turki ke Arab Saudi.
“Perjanjian tersebut akan dibawa ke parlemen dalam beberapa hari ini, dan prosesnya akan diselesaikan melalui keputusan parlemen yang terhormat,” ujar Celik.
Celik menyebut kesepakatan tersebut sebagai sebuah inisiatif untuk menjaga perdamaian di kawasan. Namun, ia menegaskan pakta itu tidak dimaksudkan sebagai pengganti NATO maupun aliansi lain yang diikuti Turki.
“Ini sama sekali tidak berfungsi sebagai alternatif terhadap NATO, yang merupakan tempat kami menjadi anggota, atau terhadap tempat-tempat lainnya,” kata Celik.
Menurut dia, kesepakatan tersebut justru akan memiliki peran yang bersifat melengkapi berbagai upaya untuk menjaga perdamaian di kawasan maupun dunia.
Celik juga membuka kemungkinan bahwa mekanisme pertahanan bersama tersebut nantinya dapat diikuti negara lain.
“Jenis kesepakatan dan aliansi keamanan seperti ini akan makin matang seiring waktu dengan melibatkan negara-negara lain dalam prinsip dan kerangka kerja mereka sendiri,” ujarnya.
(luc/luc)
Leave a comment