
Jakarta, CNBC Indonesia – Televisi (TV) berukuran 32 inci berpotensi menjadi korban paling parah dari lonjakan harga komponen memori global. Kondisi ini bisa membuat TV murah makin mahal dan bahkan perlahan menghilang dari pasaran.
Kenaikan harga komponen memori yang sebelumnya sudah terasa pada perangkat streaming seperti Roku, Apple TV, Walmart, dan Amazon Fire TV Stick, kini mulai merembet ke produk elektronik lain. TV dan soundbar diperkirakan ikut terdampak karena sama-sama menggunakan komponen memori.
Bedanya, dampak terhadap TV tidak langsung terlihat di pasaran. Produsen televisi biasanya memiliki kontrak pasokan yang lebih panjang, sehingga kenaikan biaya membutuhkan waktu lebih lama untuk masuk ke harga ritel.
Lonjakan Biaya Produksi TV Murah
Data perusahaan analis Omdia menunjukkan tekanan terbesar justru terjadi pada lini TV murah. Dalam pembaruan kuartal II 2026, biaya papan pemrosesan audio dan video pada smart TV HD 32 inci melonjak drastis menjadi 37% dari total biaya produksi, naik tajam dari 13% pada tahun sebelumnya, demikian dilansir dari Pocketlint, Rabu (2/9/2026).
Kenaikan serupa juga dialami TV berukuran lebih besar:
Masalah utamanya adalah kebutuhan memori tidak bertambah seiring ukuran layar. Berdasarkan model Omdia, konfigurasi memori tetap sama, yakni 2 GB DDR dan 16 GB eMMC-baik pada TV 32 inci maupun TV berukuran jauh lebih besar.
Ketika harga chip memori melonjak hingga tiga kali lipat, tambahan biaya nominalnya relatif sama untuk TV kecil maupun besar. Namun, dampaknya jauh lebih mematikan bagi TV murah karena komponen tersebut mengambil porsi yang jauh lebih besar dari total biaya produksi keseluruhan.
Pergeseran Pasar dan Dampak ke Konsumen
Melihat tren ini, Omdia menilai para produsen perlu bergeser ke produk yang lebih besar dan premium guna menekan porsi biaya memori. Akibatnya, TV murah seharga sekitar US$79 (sekitar Rp1,2 juta) menjadi produk yang paling cepat kehilangan daya tarik ekonominya.
Tekanan finansial ini bahkan sudah masuk ke meja negosiasi antara produsen dan peritel di Amerika Serikat:
-
Maret 2026: Sejumlah peritel mulai menyetujui permintaan produsen TV untuk menaikkan harga, dengan kewajiban memberikan pemberitahuan 60-90 hari sebelumnya.
-
April 2026: Produsen meminta peritel untuk menanggung kenaikan biaya memori secara bersama-sama.
Omdia memperkirakan total biaya produksi untuk merakit sebuah TV kini telah meningkat 30% hingga 50%, bahkan berpotensi lebih tinggi.
Kendati demikian, dampaknya belum sepenuhnya terlihat di rak-rak toko karena sejumlah peritel masih menghabiskan stok lama dengan harga promosi. Walmart, misalnya, pada promo Mei 2026 masih menawarkan TV TCL Roku 85 inci seharga US$498 dan TCL Google TV 98 inci seharga US$998.
Namun, ketika stok lama dan program diskon tersebut habis, konsumen mau tidak mau harus berhadapan dengan model TV keluaran 2026 yang membawa banderol harga jauh lebih tinggi.
Pada akhirnya, TV 32 inci menjadi salah satu produk yang paling rentan tersingkir dari pasar. Bukan karena kualitas layarnya memburuk, melainkan karena lonjakan harga komponen memori yang membuat ongkos produksi TV murah membengkak di luar batas wajar.
(fab/fab)
Leave a comment