Home Finance Ulah Satu Warga China, 100 Perusahaan Bisa Tumbang Seketika
Finance

Ulah Satu Warga China, 100 Perusahaan Bisa Tumbang Seketika

Share
Ulah Satu Warga China, 100 Perusahaan Bisa Tumbang Seketika
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Tren ancaman siber memasuki era baru yang kian mengkhawatirkan. Peretas kini dilaporkan mulai memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) otonom untuk melancarkan aksi pembobolan massal ke ratusan situs web perusahaan raksasa dunia.

Laporan Reuters mengungkapkan, seorang peretas berbahasa Mandarin yang diduga berasal dari China, terdeteksi mengerahkan agen AI untuk menembus sistem keamanan lebih dari 100 situs web perusahaan ternama. Korban serangan ini mencakup pabrikan alat berat ternama Deere hingga produsen alat rumah tangga populer SharkNinja.

Aksi ini dilancarkan dengan mengeksploitasi platform pemecah masalah berbasis AI sumber terbuka (open-source) bernama Carin. Platform yang sejatinya dirancang untuk menyelesaikan masalah teknis tersebut kini justru marak disalahgunakan oleh para hacker.

Peneliti ancaman siber dari NorForge, Snorre Fagerland, menemukan jejak aksi ini saat memantau sistem Carin yang tak sengaja terbuka di ruang publik. Dari sekian banyak pelaku, peretas berbahasa Mandarin tersebut tercatat sebagai yang paling agresif.

Target serangannya menyasar berbagai entitas bisnis di Amerika Serikat, Kanada, Australia, hingga platform e-commerce asal Jepang, berdasarkan laporan Reuters, dikutip dari Yahoo News, Jumat (30/10/2026).

Canggihnya, peretas tersebut tidak perlu mengetik perintah teknis yang rumit. Hanya dengan memberikan instruksi singkat di bawah 100 karakter bahasa Mandarin, armada agen AI yang dikerahkan sanggup mencoba membobol lebih dari 1.200 situs web berbeda hingga pertengahan Oktober 2026.

“Strategi yang digunakan sangat matang, bukan sekadar kelakuan peretas pemula (script kiddie),” tegas Fagerland. Dalam salah satu kasus, agen AI tersebut mampu menyisir rekam jejak digital target, menemukan panel kontrol publik, mendeteksi celah keamanan, lalu mengeksekusi perintah jahat secara otomatis tanpa bantuan manusia.

Startup AI Pembobol Anthropic dalam 12 Jam

Di sisi lain, isu kebocoran data akibat AI juga menghantam raksasa AI, Anthropic. Pengembang model AI Claude ini dibobol oleh startup AI bernama Cathedral hanya dalam kurun waktu kurang dari 12 jam.

Ironisnya, Cathedral didirikan oleh para mantan anggota Lembaga Efisiensi Pemerintah AS (DOGE). Pihak Cathedral memanfaatkan agen AI otonom untuk mengeksploitasi celah keamanan pada perangkat lunak pihak ketiga yang terintegrasi dengan sistem Anthropic melalui program bug bounty.

Aksi ini membuat agen AI milik Cathedral berhasil mengakses data sensitif perusahaan, mulai dari transkrip rapat internal, informasi gaji karyawan, hingga pesan-pesan di aplikasi Slack. Meski demikian, kode sumber (source code) dan bobot model AI (model weights) utama milik Anthropic dipastikan tetap aman.

Pihak Anthropic mengonfirmasi insiden tersebut dan menyatakan telah memutus akses Cathedral pada hari yang sama setelah sistem pemantauan internal mendeteksi aktivitas mencurigakan. Namun, Anthropic menuding Cathedral melanggar aturan program bug bounty karena tidak mengumumkan secara penuh cakupan aktivitas peretasan mereka.

Insiden ini terjadi di saat yang kurang tepat, mengingat Anthropic tengah bersiap melakukan Penawaran Umum Perdana (IPO) dengan estimasi valuasi mencapai US$1,4 miliar (sekitar Rp25 triliun). Kebocoran data internal, meski dilakukan oleh peneliti etis (white hat), menjadi sinyal kuning bagi para calon investor.

Para pakar keamanan siber menilai insiden ini sebagai alarm keras bagi industri teknologi global. Ketergantungan pada vendor perangkat lunak pihak ketiga kini menjadi titik lemah (weakest link) paling rentan yang dapat dieksploitasi oleh serangan berbasis AI otonom, seberapa kuat pun benteng pertahanan internal yang dibangun sebuah perusahaan.

(fab/fab)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *