
Jakarta, CNBC Indonesia – PT United Tractors Tbk (UNTR) mengumumkan telah mendapat persetujuan kenaikan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) untuk produksi batubara sebesar 12,4 juta ton. Namun, angka tersebut masih jauh dari kapasitas produksi yang sebanyak 15 juta ton.
Meskipun demikian, Direktur Keuangan United Tractors Vilihati Surya mengatakan, angka tersebut sudah lebih tinggi dari persetujuan RKAB di paruh pertama 2026. Saat itu, RKAB yang disetujui pemerintah hanya sebesar 7,4 juta ton.
“Di Agustus ini kita sudah mendapatkan kenaikan RKAB ke 12,4 juta,” kata Direktur Keuangan United Tractors Vilihati Surya, dalam Astra Media Day, di Jakarta, Rabu, (23/9/2026).
Terbatasnya RKAB tersebut tak dipungkiri berdampak pada penjualan batubara UNTR. Diketahui, penjualan batu baranya turun sebesar 22% sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026, yakni menjadi 6.723 ton.
Selain itu, kebijakan RKAB juga berdampak pada penjualan alat berat Komatsu. Sepanjang 8 bulan 2026, penjualan alat berat turun sebesar 21% menjadi 2.689 unit dari 3.408.
Lebih rinci, penurunan terjadi pada penjualan segmen penjualan big machine yang memiliki kontribusi besar terhadap penjualan alat berat. Sepanjang 8 bulan 2026, penjualan segmen big machine UNTR menurun menjadi 436 unit dari 860 unit di periode yang sama tahun sebelumnya.
“Di tahun ini memang karena impact dari RKAB, mungkin teman-teman semua tahu ya, impact dari RKAB, in directly customer-customer-nya di big machine sales, yang terutama di coal mining itu ngerem dulu untuk pembeliannya alat berat,” kata dia.
Di sisi lain, El Nino disebut juga berdampak pada hambatan produksi mengingat wilayah kerja perseroan di Kalimantan Tengah. Sehingga proyeksinya, penjualan batubara perseroan baru akan optimal pada periode November-Desember.
(rob/rob)
Leave a comment