
Jakarta, CNBC Indonesia- Gangguan perdagangan dan hambatan produksi akibat cuaca membuat Harga pangan dunia melonjak. Data Food and Agriculture Organization dari UN (FAO) menunjukkan pada September 2026 data FAO Food Price Index (FFPI) mencapai rata-rata 136 poin atau nak 1,5% (mtm)
ESG Analyst CNBC Indonesia Research, Salam Laiqa menyebutkan level Harga pangan dunia FFPI pada September 2026 mencapai level tertinggi sejak November 2022. Tercatat untuk kategori serelia di 122,8 poin , minyak nabati 198,6, Daging 127,9, produk susu 119,1 serta gula 114 dimana pangan sektor pangan mengalami kenaikan yang cukup signifikan seperti gula dan minyak nabati yang mengindikasikan dampak cuaca dan hambatan perdagangan.
Kenaikan harga pangan global ini juga akan mempengaruhi Indonesia seperti harga gandum naik 6,3% (mtm), Jagung naik 5,6% dan indeks harga beras naik 1,4% (mtm). Sementara komoditas daging dan produk susu saat ini justru melemah dibanding produk lainnya akibat harga unggas Brazil melemah dan impor ke Eropa turun, begitu pula dengan harga daging Babi yang melemah akibat over supply sementara harga daging dan domba cenderung stabil
Selengkapnya simak ulasan Shania Alatas dengan ESG Analyst CNBC Indonesia Research, Salam Laiqa dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Rabu, 07/10/2026)
Leave a comment