
Jakarta, CNBC Indonesia- Transaksi komoditas emas disebut Direktur Utama Valbury Asia Futures, Nino J. Limantara sebagai transaksi yang menopang perdagangan di bursa berjangka Tanah Air di tengah volatilitas pasar saat ini.
Diharapkan tertahannya kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral The Fed dapat menjadi katalis positif bagi instrument emas. Selain itu prospek transaksi saham Amerika Serikat juga cukup menarik bagi trader bursa komoditas berjangka Indonesia utamanya untuk saham terkait teknologi.
Selain itu komoditas perak juga mengalami kenaikan yang cukup tinggi di tengah ketidakpastian saat ini. Lalu bagaimana apa prospek investasi bursa berjangka? Selengkapnya simak ulasan Andi Shalini dengan Direktur Utama Valbury Asia Futures, Nino J. Limantara dalam Power Lunch, CNBC (Senin, 10/08/2026)
Leave a comment