
Jakarta, CNBC Indonesia- Pemerintahan Presiden Prabowo terus mendorong penguatan ekonomi biru sebagai sumber pertumbuhan ekonomi RI, mendorong ekonomi masyarakat pesisir lokal sekaligus meningkatkan Kesehatan ekosistem laut melalui sector perikanan, akuakultur, pelayaran, energi, pariwisata, dan bioteknologi kelautan.
Direktur Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Ahmad Ari menyebutkan Indonesia memiliki potensi besar dalam pemanfaatan ekonomi karbon biru baik mangrove, lamun maupun rawa payau.
RI memiliki wilayah mangrove seluas 3,4 juta hektare dengan 732 ribu hektare di bawah pengelolaan KKP dan potensi karbon biru dengan memiliki 660 ribu hektare padang lamun. Dampak pengelolaan mangrove misalnya memberi dampak pada pemilik lahan hingga Rp 77 juta per hektare dan dampak tidak langsung bisa memberi manfaat RP 17 juta per tahun ke pekerja hingga memberi sumbangan Rp60 juta per hektare per tahun dari pemanfaatan biota laut.
KKP juga mencatat potensi serapan karbon sektor 10 juta ton CO2 per tahun dari sektor perikanan dan kelautan dengan sektor mangrove menyerap 20 juta ton CO2 per hektare per tahun, oleh karena KKP membentuk Satgas Percepatan ekonomi Biru guna mempercepat pengembangan ekonomi biru RI termasuk melalui kawasan mangrove di Pantura Jawa seluas 106 ribu hektare
Seperti apa prospek dan arah pengembangan ekonomi karbon biru RI? Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan Direktur Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Ahmad Aris dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Senin, 21/09/2026)
Leave a comment