
Jakarta, CNBC Indonesia- Di tengah berlanjutnya ketidakpastian geopolitik Timur Tengah hingga tekanan Harga minyak dan inflasi global di 2026 ini, Presiden Direktur Infovesta Utama, Edbert Suryajaya mengungkapkan sejumlah prospek investasi di pasar keuangan RI.
Saat ini reksa dana masih menjadi salah satu instrument yang menawarkan imbal hasil yang cukup menjanjikan namun harus disesuaikan dengan tujuan investasi serta profil risiko investor. Reksa Dana Saham masih menarik karena potensi pertumbuhan cukup tinggi namun risiko tetap ada sehingga tidak begitu cocok untuk investor konservatif.
Bagi investor konservatif maka reksa dana pendapatan tetap bisa menjadi pilihan meski pertumbuhan imbal hasil tidak sebesar reksadana saham, sehingga investor dalam memilih instrument investasi harus memperhitungkan risiko.
Seperti apa prospek hingga sentiment penekan pasar keuangan RI? bagaimana strategi investasi menghadapi ketidakpastian hingga akhir 2026 termasuk Unit Link? Selengkapnya simak dialog Shania Alatas dengan Presiden Direktur Infovesta Utama, Edbert Suryajaya di Power Lunch, CNBC Indonesia (Jum’at, 24/08/2026)
Leave a comment