Jakarta, CNBC Indonesia – Piala Dunia 2026 kembali diguncang kontroversi di luar lapangan. Mega bintang asal Portugal, Cristiano Ronaldo, kini menjadi pusat perhatian setelah kedapatan menyukai (like) sebuah unggahan media sosial yang menuduh FIFA sengaja memihak Argentina sepanjang turnamen.
Melansir Gulf News, meskipun tanda like tersebut kini sudah tidak terlihat, tangkapan layar (screenshot) yang menunjukkan akun resmi terverifikasi milik pemain berusia 41 tahun itu, @cristiano, telah beredar luas. Jejak digital ini langsung memicu perdebatan sengit di kalangan pencinta sepak bola dunia.
Ronaldo dilaporkan menunjukkan dukungannya terhadap sebuah klip video yang dibagikan oleh saluran berita Spanyol, Espejo Público. Dalam video tersebut, jurnalis Rodríguez Losantos secara blak-blakan mengklaim bahwa keberhasilan Argentina menembus babak final melawan Spanyol sebenarnya sudah “diatur”.
“Argentina seharusnya sudah tersingkir sekitar lima pertandingan yang lalu. FIFA adalah salah satu lembaga paling korup di planet Bumi dan mereka membantu tim tersebut untuk tetap bertahan di kompetisi,” ujar Losantos dalam video berbahasa Spanyol tersebut.
Lebih jauh, ia juga menambahkan bahwa dalam laga final, Spanyol tidak hanya bertanding melawan skuad Argentina, tetapi juga harus menghadapi Presiden FIFA, Gianni Infantino. Losantos menuduh badan pengatur sepak bola dunia tersebut sangat menginginkan Lionel Messi dan koleganya tetap berada di turnamen hingga akhir.
Hingga saat ini, pihak Cristiano Ronaldo belum memberikan klarifikasi atau tanggapan resmi terkait alasan mengapa akunnya sempat menyukai unggahan kontroversial tersebut sebelum akhirnya menghilang.
Aksi media sosial Ronaldo ini menambah panjang daftar polemik yang menyelimuti Piala Dunia 2026.
Sebelumnya, turnamen ini sudah diwarnai oleh berbagai isu sensitif, antara lain aksi protes politik yang melibatkan Iran, kritik tajam dari suporter atas melonjaknya harga tiket, masalah birokrasi terkait visa bagi para penggemar internasional dan komentar dari Presiden AS, Donald Trump.
Perlakuan khusus
Kecurigaan terhadap jalannya kompetisi nyatanya tidak hanya datang dari Ronaldo. Banyak pihak mulai mempertanyakan berbagai kelonggaran yang diduga diterima oleh tim asuhan Lionel Scaloni selama turnamen berlangsung.
Argentina dinilai kerap lolos dari hukuman berat atas beberapa insiden pelanggaran di lapangan. Kritik publik makin memuncak setelah para pemain Argentina kedapatan membentangkan spanduk provokatif mengenai Kepulauan Falkland (Malvinas) usai menumbangkan Inggris di babak semifinal. Kendati menuai reaksi negatif yang masif, Albiceleste lolos dari sanksi serius sepanjang turnamen.
FIFA Mulai Investigasi Baku Hantam Final
Drama Piala Dunia 2026 tidak berhenti hingga peluit panjang dibunyikan. Menyusul kemenangan Spanyol atas Argentina di partai final, ketegangan justru pecah di atas lapangan hijau. Baku hantam antar-pemain dan staf tidak terhindarkan setelah laga usai.
Merespons insiden memalukan tersebut, pihak FIFA mengonfirmasi bahwa mereka telah meluncurkan investigasi resmi untuk mengusut tuntas keributan yang terjadi di akhir laga puncak tersebut.
(hsy/hsy)
Add
as a preferred
source on Google
Leave a comment