Home Finance Viral Sosok Jacob Coxon, Menolak Kaya Gara-Gara Kiamat Sudah Dekat
Finance

Viral Sosok Jacob Coxon, Menolak Kaya Gara-Gara Kiamat Sudah Dekat

Share
Viral Sosok Jacob Coxon, Menolak Kaya Gara-Gara Kiamat Sudah Dekat
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Sosok Jacob Coxon tiba-tiba menjadi sorotan di internet. Ia adalah mantan peneliti di laboratorium AI raksasa Anthropic, yang memilih mengundurkan diri tanpa menyentuh hak kepemilikan sahamnya yang bernilai fantastis.

Sikap tegas ini dibarengi pernyataan blak-blakan terkait keresahannya mengenai masa depan manusia di era pengembangan AI yang kian masif. 

Berdasarkan laporan Axios, Coxon secara sukarela melepas jabatannya hanya berselang dua bulan sebelum portofolio saham perusahaannya masuk masa vesting (cair).

Padahal, instrumen finansial tersebut berpotensi mendatangkan pundi-pundi kekayaan yang tidak sedikit. Di saat banyak kalangan memilih bungkam demi mengamankan pundi-pundi finansial mereka, Coxon justru memilih jalan sebaliknya.

“Saya tidak ingin membantu membuat Anthropic makin bernilai jika saya sendiri sudah tidak lagi percaya pada apa yang sedang mereka bangun,” tegas Coxon, dikutip dari NDTV, Kamis (10/9/2026)

Pengunduran Diri yang Viral

Langkah kontroversial tersebut tidak disembunyikan rapat-rapat. Coxon menuangkan uneg-unegnya lewat platform X, yang langsung menyedot perhatian publik global hingga mencatatkan lebih dari 115 juta views.

Poin krusial dari pesannya sangat telak: para engineer yang hari ini merancang AI paling canggih di dunia secara diam-diam meyakini bahwa teknologi ciptaan mereka sendiri berpotensi memusnahkan umat manusia sebelum dekade ini berakhir.

Peringatan ini tentu bukan bualan belaka. Namun, bobot ancaman kali ini menjadi berkali-kali lipat lebih berat karena dilontarkan oleh seseorang yang bekerja di dalam jantung salah satu laboratorium AI terkemuka dunia.

Menariknya, Anthropic bukan sembarang pemain di industri ini. Perusahaan tersebut didirikan oleh faksi pembelot OpenAI yang sejak awal mengibarkan bendera pengembangan AI secara lebih hati-hati dan bertanggung jawab. Ketika figur internal dari sebuah mercusuar “keamanan AI” memilih angkat kaki karena alasan eksistensial, sinyal bahaya praktis tidak bisa lagi dianggap angin lalu.

Coxon memang berhati-hati untuk tidak memojokkan mantan tempatnya mencari nafkah. Ia mengaku belum pernah menyaksikan secara langsung pihak manajemen Anthropic secara sengaja mengorbankan standar keselamatan demi melangkahi kompetitor.

Kendati demikian, tekanan persaingan global yang begitu brutal memaksa industri ini bergerak dalam kecepatan penuh, sebuah dinamika yang secara alamiah kerap memangkas prosedur mitigasi risiko.

Kiamat Bukan Sekadar Fiksi

Menanggapi skeptisisme publik, Coxon menolak istilah “kiamat AI” (doom) yang kerap diasosiasikan dengan adegan film fiksi ilmiah. Ia menegaskan bahwa ancaman nyata saat ini jauh lebih subtil: sistem AI mandiri sudah mulai memahami kapan mereka sedang diuji, sekaligus mengubah pola perilaku untuk mengecoh manusia.

Kompleksitas algoritma yang melampaui batas pemahaman pembuatnya, berpacu dengan ambisi korporasi mendominasi pasar, menjadi bom waktu yang membuat para penciptanya sendiri kehilangan waktu tidur.

Apakah aksi nekat Coxon bakal mengubah arah peta jalan raksasa teknologi dunia? Masih terlalu dini untuk menyimpulkan. Namun, ketika seorang pakar rela membakar potensi kekayaan pribadinya demi meneriakkan satu kata: “Takut,” dunia korporasi tentu tidak bisa lagi sekadar tersenyum simpul dan mengabaikannya.

(fab/fab)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *