Home Finance Xi Jinping Tiba-Tiba Bakal ‘Safari’ Keliling Dunia, Ada Apa China?
Finance

Xi Jinping Tiba-Tiba Bakal ‘Safari’ Keliling Dunia, Ada Apa China?

Share
Xi Jinping Tiba-Tiba Bakal ‘Safari’ Keliling Dunia, Ada Apa China?
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden China Xi Jinping tengah memperkuat diplomasi global lewat rangkaian kunjungan kenegaraan. Langkah ini dilakukan menjelang rencana pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Washington pada September.

Xi dijadwalkan mengunjungi sejumlah negara, termasuk Mesir dan kemungkinan India, setelah menghadiri pertemuan puncak Shanghai Cooperation Organization (SCO) di Kirgistan. Agenda padat tersebut dinilai mencerminkan upaya Beijing memperkuat posisi China di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan perdagangan.

“Xi sangat membatasi perjalanan ke luar negeri dalam beberapa tahun terakhir, sehingga jadwal perjalanannya yang padat dalam waktu dekat menjadi indikator penting mengenai prioritasnya,” kata Direktur Pelaksana Teneo, Gabriel Wildau, seperti dikutip CNBC International, Senin (31/8/2026).

Sebenarnya, sepanjang tahun ini, Xi baru sekali melakukan perjalanan ke luar negeri, yakni kunjungan kenegaraan ke Korea Utara (Korut) pada Juni. Ini menjadi lawatan pertamanya dalam tujuh tahun.

Sebaliknya, menurut Center for Strategic and International Studies (CSIS), lebih dari 20 pemimpin negara, termasuk Trump, telah mengunjungi Beijing pada paruh pertama 2026. China kini menghadapi lingkungan global yang semakin kompleks, mulai dari perang Iran, ketegangan dagang dengan AS hingga risiko keamanan akibat perkembangan kecerdasan buatan (AI).

“Mungkin sudah saatnya bagi China untuk memikul tanggung jawab yang lebih besar dan menyediakan lebih banyak barang publik global,” ujar Direktur Studi Politik internasional Chinese Academy of Social Sciences, Hai Zhao.

“Karena integrasi China yang mendalam dalam ekonomi global, China merupakan bagian tak terpisahkan dari solusi,” katanya, termasuk dalam keamanan rantai pasok, arus minyak melalui Selat Hormuz hingga keamanan siber.


Mesir hingga BRICS?

Setelah menghadiri KTT SCO, Xi direncanakan melakukan kunjungan kenegaraan ke Mesir untuk pertama kalinya dalam satu dekade. Xi juga diperkirakan menghadiri KTT BRICS di New Delhi pada 12-13 September.

Meski Beijing belum mengonfirmasi kehadirannya, jika terealisasi, ini akan menjadi lawatan pertamanya ke India sejak 2019. Washington dipastikan akan mencermati hal ini.

AS pasti akan menyoroti kedekatan China, India dan Rusia dalam forum SCO maupun BRICS. India masih bernegosiasi dengan AS terkait perdagangan, sementara ketergantungannya terhadap minyak Rusia berpotensi membuat New Delhi menghadapi ancaman tarif lebih tinggi.

“Kehangatan yang terlihat antara Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden Rusia Vladimir Putin dapat memengaruhi pertimbangan Trump terkait penggunaan tarif sekunder,” kata analis CSIS Richard M. Rossow.

Hubungan China-India mulai mencair, ditandai pemulihan penerbangan langsung, pembukaan kembali sejumlah jalur perdagangan serta pelonggaran aturan investasi India terhadap perusahaan China. Namun, persoalan perbatasan, perdagangan, visa dan persaingan teknologi masih menjadi ganjalan.

“Senang melihat ketegangan antara India dan China terbatas pada masalah perdagangan dan visa!” ujar Rossow, yang menilai situasi tersebut lebih baik dibandingkan konfrontasi militer sebelumnya.

Di sisi lain, teknologi diperkirakan menjadi salah satu isu utama dalam pertemuan Xi dan Trump yang direncanakan berlangsung pada 24 September. Dalam dialog AS-China pekan lalu, isu pembatasan AI dan kerja sama penelitian kanker turut dibahas, sementara Zhao memperingatkan bahwa jika model AI canggih jatuh “ke tangan yang salah”, dampaknya akan merugikan AS, China dan ekonomi global.

(sef/sef)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *