Home Finance 10 Saham Ini Paling Banyak Dilego Asing Kala IHSG Merah
Finance

10 Saham Ini Paling Banyak Dilego Asing Kala IHSG Merah

Share
10 Saham Ini Paling Banyak Dilego Asing Kala IHSG Merah
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Senin (7/9/2026) kemarin di zona merah. IHSG ditutup melemah 16,81 poin atau 0,25% ke level 6.619,67.

Seiring dengan pelemahan tersebut, investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net foreign sell) pada sejumlah saham unggulan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Secara keseluruhan, foreign sell tercatat mencapai Rp3,76 triliun, berbanding foreign buy sebesar Rp3,08 triliun, sehingga pasar membukukan net foreign sell sebesar Rp678,55 miliar. Dari jumlah tersebut, pasar reguler menyumbang net sell Rp590,18 miliar, sementara pasar tunai & negosiasi sebesar Rp88,37 miliar.

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi saham dengan tekanan jual asing terbesar, mencapai Rp121,18 miliar. Aksi lego saham petrokimia ini menjadi salah satu sorotan pasar di tengah sentimen sektor bahan baku yang juga tercatat melemah pada perdagangan kemarin.

Di posisi kedua, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) turut dilepas asing dengan net foreign sell sebesar Rp87,94 miliar, disusul PT Indosat Tbk (ISAT) sebesar Rp64,85 miliar dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) sebesar Rp62,26 miliar.

Sejumlah saham perbankan besar turut menjadi sasaran aksi jual asing, sejalan dengan sektor keuangan yang menjadi salah satu pemberat utama IHSG hari ini. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) tercatat dilego asing senilai Rp53,67 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp53,55 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp39,25 miliar.

Berikut daftar 10 saham dengan net foreign sell terbesar pada perdagangan Senin (7/9/2026):

  1. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) – Rp121,18 miliar
  2. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) – Rp87,94 miliar
  3. PT Indosat Tbk (ISAT) – Rp64,85 miliar
  4. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) – Rp62,26 miliar
  5. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) – Rp53,67 miliar
  6. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) – Rp53,55 miliar
  7. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) – Rp39,25 miliar
  8. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) – Rp39,15 miliar
  9. PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) – Rp38,07 miliar
  10. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) – Rp33,53 miliar

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *