
Daftar Isi
Jakarta, CNBC Indonesia – Penyidik Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana penyadapan secara ilegal dan penghapusan data elektronik serta illegal access.
Penetapan itu disampaikan Kepala Bareskrim Polri Asep Safrudin dalam keterangan pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (3/11/2026).
Kasus dugaan penyadapan tersebut termasuk terhadap nomor HP Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, pejabat negara, tokoh politik, media, organisasi kemasyarakatan, hingga para pengusaha.
Peristiwa ini menyadarkan publik bahwa siapa pun dapat menjadi sasaran pengintaian – tanpa disadari, tanpa mengeklik apa pun, tanpa meninggalkan jejak.
Berikut perangkat penyadapan canggih yang digunakan lembaga intelijen di seluruh dunia, dikutip dari berbagai sumber:
1. Pegasus – Mata-mata yang Tak Perlu Diklik
Dibuat olehNSO Group, Israel. Perangkat ini menyusup ke ponsel melalui celah keamanan “nol-klik” pada WhatsApp, iMessage, atau sistem operasi sehingga korban tidak perlu melakukan apa pun. Dapat membaca pesan, melacak lokasi secara langsung, mengaktifkan kamera dan mikrofon dari jarak jauh, serta mengekstrak kata sandi tanpa diketahui pemiliknya.
2. Predator – Perangkap yang Tak Butuh Pemicu
Dibuat oleh Intellexa atau Cytrox Group dari Eropa Timur. Dikirim lewat link yang tampak biasa, sekali diklik, kendali penuh berpindah ke pengirim. Dapat juga menyusup lewat jaringan iklan yang telah disusupi. Mampu merekam panggilan termasuk panggilan berbasis internet, mencuri data masuk perbankan, serta mengunduh seluruh galeri foto dan dokumen yang tersimpan di perangkat.
3. Stingray / BTS Palsu
Perangkat keras yang dibawa ke lokasi. Memancarkan sinyal lebih kuat daripada menara seluler resmi sehingga ponsel di sekitar secara otomatis terhubung ke perangkat ini, bukan ke jaringan asli. Dapat menangkap identitas kartu SIM, melacak lokasi secara presisi, serta menyadap panggilan dan pesan singkat yang belum terenkripsi.
4. Echelon – Mata di Langit dan Kabel di Dasar Laut
Dioperasikan oleh Aliansi Five Eyes (AS, Inggris, Kanada, Australia, Selandia Baru). Satelit dan stasiun penyadap kabel serat optik menyaring komunikasi global secara otomatis dengan memindai kata kunci, nama, dan pola percakapan. Mengambil komunikasi lintas negara, data perusahaan, pertukaran diplomatik, serta transaksi keuangan yang melintasi batas negara.
5. Portable Interception Kits – Memaksa Jaringan Down
Perangkat portabel seukuran koper. Memancarkan gangguan sinyal agar ponsel turun dari jaringan 4G atau 5G ke jaringan 2G, agar sistem enkripsinya jauh lebih mudah dibongkar. Dapat menyadap panggilan suara di area sasaran, mengidentifikasi siapa saja yang hadir dalam sebuah pertemuan, serta mencegat lalu lintas jaringan Wi-Fi yang terbuka.
6. Backbone Intercept – Membaca Setiap Paket Data
Perangkat keras yang dipasang langsung pada jalur kabel utama internet. Berperan sebagai pihak yang berada di tengah-tengah aliran data pada kabel penghubung utama, menyalin seluruh aliran informasi tanpa memperlambat koneksi yang sedang berjalan. Mengambil riwayat penjelajahan, kata sandi sesi, lampiran email, serta percakapan sebelum data terenkripsi atau saat kunci pertukaran sedang dibuat.
7. Automated Exploitation Frameworks – Pintu Belakang Permanen
Salah satunya adalah Cobalt Strike. Teknik ini digunakan oleh intelijen milik berbagai negara. Memindai server mencari celah keamanan yang belum diperbarui, lalu memasang pintu belakang yang dapat diakses kapan saja tanpa perlu meminta izin kembali. Menguasai sistem sepenuhnya, mencuri basis data, serta bergerak menyusup ke jaringan lain yang terhubung di dalam sistem yang sama.
8. Smart Device Botnet – Kamera dan Pengeras Suara Sebagai Mata
Memindai miliaran perangkat yang terhubung ke internet namun masih menggunakan kata sandi bawaan atau kata sandi yang terlalu lemah. Mengambil alih kamera pengawas, mendengarkan lewat pengeras suara pintar, melacak pergerakan di dalam gedung, serta menyusup dari perangkat rumah tangga ke jaringan perusahaan yang terhubung dengannya.
9. AI Open Source Intelligence – Jejak yang Tidak Anda Sadari
Kecerdasan buatan mengumpulkan data dari media sosial, foto yang menyertai koordinat lokasi, serta catatan publik untuk menyusun gambaran lengkap kehidupan seseorang. Mengambil informasi tentang hubungan pertemanan, kebiasaan perjalanan, tanda kondisi kesehatan yang tersirat dari unggahan, serta jaringan kenalan – semuanya dari informasi yang dibagikan secara terbuka tanpa disadari dapat disusun kembali.
10. Carrier-Level Intercept – Di Dalam Jaringan Itu Sendiri
Perangkat dipasang langsung di penyedia layanan internet atau telepon atas perintah pengadilan atau otoritas negara. Mencatat rekaman lengkap panggilan, riwayat lokasi berdasarkan menara pemancar, daftar seluruh kontak, serta catatan kunjungan situs yang dikunjungi tanpa batas waktu penyimpanan.
(dem/dem)
Leave a comment