Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih akan menghadapi tekanan pada hari ini. Selengkapnya mengenai proyeksi sentimen pasar keuangan Indonesia hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok pada perdagangan Selasa (3/11/2026).
IHSG merosot 192,54 poin atau 3,78% ke posisi 4.904,29, setelah sempat dibuka menguat di area 5.126. Indeks kemudian berbalik melemah dan menembus level psikologis 5.000 sebelum pukul 11.00 WIB.
Total volume perdagangan mencapai 27,2 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp11,7 triliun.
Berdasarkan data Refinitiv, seluruh sektor saham mengalami tekanan, dengan penurunan terbesar pada sektor basic materials sebesar 5,69%, real estate 5,16%, energy 4,29%, consumer cyclicals 3,13%, dan financials 3,09%.
Pelemahan IHSG turut dibebani sejumlah saham berkapitalisasi besar, antara lain PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), dan PT Astra International Tbk. (ASII).
Dari sisi sentimen eksternal, perhatian investor tertuju pada pemilu sela Amerika Serikat (AS) yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan ekonomi Presiden Donald Trump.
Di sisi lain, harga minyak mentah dunia anjlok lebih dari 7% pada Senin (2/11/2026), seiring meningkatnya harapan meredanya konflik AS-Israel dengan Iran. Penurunan harga minyak berpotensi menjadi sentimen positif bagi Indonesia sebagai negara importir neto minyak.
Di pasar mata uang, rupiah berhasil menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (3/11/2026), setelah melemah pada perdagangan sebelumnya.
Sepanjang perdagangan, rupiah sempat tertekan hingga Rp18.165/US$ sebelum berbalik menguat. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) terpantau melemah 0,06% ke posisi 101,688 pada pukul 15.00 WIB.
Dari eksternal, perhatian pasar tertuju pada pemilu sela AS yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan ekonomi Presiden Donald Trump.
Sementara dari domestik, Tim Ekonom BCA menilai pelemahan rupiah, arus modal asing yang keluar, serta risiko inflasi impor dapat mendorong Bank Indonesia (BI) mengambil kebijakan moneter lebih ketat. Kekhawatiran terhadap potensi reklasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI juga dinilai menambah tekanan terhadap arus modal asing.
Sejalan dengan itu, Tim Ekonom Permata Bank memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada November 2026, sehingga BI-Rate mencapai 6,00%.
Indeks Nasdaq Composite mayoritas menguat pada perdagangan Selasa (3/11/2026) atau Rabu dini hari wkatu Indonesia, seiring investor kembali memburu saham-saham teknologi utama setelah sempat tertekan dalam beberapa hari terakhir. Pelaku pasar juga mencermati hasil Pemilu Sela Amerika Serikat (AS) atau midterm elections.
Indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi melonjak 0,83% dan ditutup di level 25.372,01, sekaligus memangkas sebagian kerugian sebelumnya.
Nasdaq-100 turut menguat 0,7% ke posisi 28.180,26. Meski demikian, indeks tersebut masih berada di zona koreksi, atau terkoreksi sekitar 10% dari level tertinggi terbarunya.
Sementara itu, indeks S&P 500 naik 0,36% ke 7.568,92 sekaligus mengakhiri tren pelemahan selama tiga hari berturut-turut.
Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average melemah 197,26 poin atau 0,38% ke level 51.786,72. Penurunan saham Apple menjadi salah satu pemberat indeks yang berisi 30 saham unggulan tersebut.
Saham Apple anjlok hampir 2% setelah produsen iPhone itu merilis proyeksi margin keuntungan yang mengecewakan pada Senin malam. Penjualan iPad pada kuartal IV tahun fiskal juga meleset dari ekspektasi analis.
Berbeda dengan Apple, saham-saham produsen chip justru menghijau. Advanced Micro Devices (AMD), yang dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartal III setelah penutupan perdagangan, melesat lebih dari 3%.
Broadcom juga menguat 3%. Sementara itu, saham Micron Technology dan Nvidia masing-masing naik lebih dari 2%.
Penguatan pada Selasa menjadi pembalikan arah setelah Nasdaq merosot lebih dari 1% pada perdagangan Senin. Pelemahan tersebut sekaligus memperpanjang koreksi Nasdaq Composite dan S&P 500 menjadi tiga hari berturut-turut.
Meski saham produsen semikonduktor dan perusahaan yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI) mulai bangkit, Shawn Snyder dari Potomac Fund Management menilai pasar saham belum sepenuhnya terbebas dari tekanan.
“Kekhawatiran mengenai biaya modal dan besarnya pembiayaan utang yang dibutuhkan masih akan bertahan cukup lama,” ujar Snyder kepada CNBC International.
Namun, ia menilai perdagangan saham yang bertumpu pada ekspansi infrastruktur AI mungkin mulai mendekati wilayah jenuh jual (oversold).
Menurutnya, saham-saham terkait AI masih berpotensi terkoreksi 4%-5%. Namun, jika pelemahan tersebut tidak disertai resesi, tekanan pasar biasanya akan mulai mereda pada level tersebut.
Di pasar komoditas, harga minyak berbalik melemah di tengah spekulasi adanya kemajuan dalam perundingan antara AS dan Iran.
Minyak mentah Brent turun 1,12% dan ditutup di US$103,60 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi 0,38% ke US$96,09 per barel.
Pemilu Sela AS Jadi Fokus Pasar
Selain pergerakan saham teknologi, investor juga mencermati Pemilu Sela AS yang berlangsung pada Selasa (3/11/2026).
Pemilu ini akan menentukan partai yang menguasai DPR dan Senat AS mulai Januari mendatang. Pelaku pasar prediksi (prediction market) memperkirakan peluang Partai Demokrat merebut kendali Senat mencapai hampir 75%.
Jika Partai Demokrat berhasil menguasai sekaligus DPR dan Senat, pasar saham berpotensi mendapat tekanan pada perdagangan Rabu. Saham-saham teknologi, khususnya sektor AI, bahkan berisiko mengalami aksi jual jika investor belum mengantisipasi skenario tersebut.
Sebaliknya, jika Partai Republik berhasil mempertahankan kendali atas Senat atau kedua kamar Kongres, pasar berpeluang mencatatkan penguatan dalam jangka pendek. Demikian analisis JPMorgan pekan ini.
Meski Presiden Donald Trump masih menduduki Gedung Putih, kemenangan Demokrat di salah satu atau kedua kamar Kongres dapat mengubah arah penyelidikan dan pengawasan terhadap kebijakan pemerintah di Washington.
Hal ini menjadi perhatian sejumlah industri, termasuk pertahanan, kecerdasan buatan, dan layanan kesehatan.
Namun, Snyder dari Potomac Fund Management menilai pasar masih berpeluang melanjutkan penguatan setelah pemilu, terlepas dari siapa yang keluar sebagai pemenang.
“Perdagangan saham berbasis AI sudah lebih dulu terpukul. Jika digabungkan dengan meredanya ketidakpastian setelah pemilu sela, kondisi ini berpotensi memicu reli pemulihan (relief rally), siapa pun pemenangnya,” ujarnya.
Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih menghadapi tekanan pada hari ini di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan gejolak dalam negeri. Sejumlah perkembangan ekonomi dan kebijakan menjadi perhatian investor, mulai dari pemilu sela Amerika Serikat (AS), pergerakan harga minyak dunia, hingga hasil rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
Dari dalam negeri, isu penyadapan menjadi perhatian terbesar.
Berikut enam sentimen dan perkembangan penting yang perlu dicermati pelaku pasar.
1. Kasus Penyadapan
Kasus penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto mengguncang Indonesia. Kasus ini ditakutkan ikut meningkatkan kekhawatiran investor hingga pelaku pasar terhadap keamanan dan risiko berinvestasi serta gejolak politik di Indonesia.
Sebagai catatan, Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia telah menetapkan tiga orang tersangka dalam dugaan tindak pidana penyadapan secara ilegal dan penghapusan data elektronik serta illegal access. Penetapan itu disampaikan Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol. Asep Safrudin dalam keterangan pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (3/11/2026).
Baca:
Polri telah menetapkan tiga tersangka dan dilakukan penahanan terhadap tiga orang perwira tinggi Polri, yaitu Jenderal LSP (Listyo Sigit Prabowo), kemudian Irjen ASN (Ahrie Sonta Nasution), dan kemudian Irjen EHS (Eko Hadi Santoso.
Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Komisaris Jenderal Polisi, Dedi Prasetyo menerima tanda kehormatan dari Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Komisaris Jenderal Polisi, Dedi Prasetyo menerima tanda kehormatan dari Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
|
Asep menjelaskan, para tersangka tersebut diduga telah melakukan penyadapan tanpa prosedural terhadap nomor telepon sejumlah pihak. Berikut daftarnya:
a. Presiden RI
b. Pejabat negara
c. Tokoh-tokoh politik
d. Media
e. Tokoh ormas
f. LSM
g. Pengusaha
Adapun modus operandinya, menurut Asep, para tersangka diduga memerintahkan penyadapan tanpa surat penyidik maupun lampiran LP pada kurun waktu tahun 2025-2026. Yang kemudian dilakukan penyadapan tanpa ada kaitannnya dengan penegakan hukum.
“Dan menghapus jejak pada tahun 2026 untuk menghilangkan jejak tersebut, yang seharusnya kegiatan pemantauan sesuai dengan aturan Perkap Nomor 5 Tahun 2010, di mana harus menjamin prinsip-prinsip perlindungan HAM (hak asasi manusia), legalitas, kepastian hukum, perlindungan konsumen, dan kerahasiaan dengan tujuan untuk kepentingan penyelidikan, kepentingan penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di sidang pengadilan atas suatu perbuatan tindak pidana yang berdasarkan UU,” ujar Asep.
2. Pemilu Amerika: Tump Terancam, Demokrat Bidik Kongres
Jutaan warga Amerika Serikat (AS) memberikan suara dalam Pemilu Sela (midterm elections) pada Selasa (3/11/2026). Hasil pemilu ini berpotensi membuat Partai Republik pimpinan Presiden Donald Trump kehilangan kendali atas Kongres.
Partai Demokrat diperkirakan unggul dalam perebutan DPR AS. Sementara itu, persaingan ketat di sejumlah negara bagian akan menentukan apakah Demokrat mampu merebut mayoritas Senat sekaligus menguasai kedua kamar Kongres.
Secara historis, partai presiden petahana hampir selalu kehilangan kursi di Kongres dalam pemilu sela sejak Perang Dunia II, kecuali pada dua kesempatan.
Posisi Trump juga tertekan. Tingkat kepuasannya berada di dekat titik terendah sepanjang karier politiknya, di tengah kekecewaan pemilih terhadap perang dengan Iran, kenaikan harga bahan bakar, dan mahalnya biaya hidup.
Biaya hidup menjadi isu utama pemilih. Kebijakan tarif impor Trump dan keputusannya menyerang Iran pada Februari lalu turut meningkatkan tekanan harga bagi konsumen.
Trump sendiri mengakui pemilu kali ini berkaitan erat dengan dirinya. Ia bahkan meminta pendukungnya untuk “berpura-pura bahwa saya juga ada dalam surat suara”.
Untuk mempertahankan dukungan, Trump telah menggelar lebih dari dua lusin kampanye sejak awal Oktober, sebagian besar di negara bagian yang dimenangkannya pada Pilpres 2024.
Sebanyak 435 kursi DPR AS dan 35 dari 100 kursi Senat diperebutkan dalam pemilu kali ini.
Demokrat membutuhkan tambahan sedikitnya tiga kursi DPR dan empat kursi Senat untuk menguasai kedua kamar Kongres.
Pertarungan Senat menjadi lebih sulit karena Demokrat harus mempertahankan seluruh kursi yang dimilikinya sekaligus merebut negara-negara bagian yang sebelumnya dimenangkan Trump dengan selisih suara besar, seperti Alaska, Iowa, Kansas, Nebraska, Ohio, South Carolina, dan Texas.
Sejumlah survei menunjukkan Demokrat unggul tipis atau masih berpeluang mengejar ketertinggalan di negara-negara bagian tersebut.
Di Alaska, persaingan memanas setelah muncul laporan bahwa tim kampanye kandidat Demokrat Mary Peltola membantu merekrut kandidat independen yang memiliki nama sama dengan lawannya, senator petahana Dan Sullivan. Peltola membantah tuduhan tersebut.
Departemen Kehakiman AS telah membuka penyelidikan kriminal terkait dugaan tersebut. Lebih dari 20 orang dilaporkan menjadi subjek penyelidikan.
Sementara itu, di Texas, kandidat Demokrat James Talarico berupaya merebut negara bagian yang selama puluhan tahun menjadi basis Partai Republik. Ia menghadapi Ken Paxton, jaksa agung Texas yang dibayangi sejumlah skandal dan mendapat dukungan pendanaan besar dari Elon Musk.
Di tengah persaingan ketat, Departemen Kehakiman AS mengerahkan 1.000 pemantau dan pengamat pemilu ke seluruh 50 negara bagian. Pemerintah menyebutnya sebagai operasi pemantauan Hari Pemilu terbesar dalam sejarah.
Namun, Demokrat mengkritik langkah tersebut karena dinilai berpotensi mengintimidasi pemilih.
Mereka juga memperingatkan kemungkinan Trump menggugat hasil pemilu jika Partai Republik kalah. Trump selama ini berulang kali melontarkan klaim tanpa bukti bahwa pemilu AS telah dimanipulasi.
Di sisi lain, sejumlah wilayah melaporkan gangguan mesin pemindai surat suara yang memperlambat pemungutan dan penghitungan suara. Meski demikian, pakar pemilu menilai sistem cadangan membuat gangguan tersebut jarang memengaruhi hasil akhir.
Berdasarkan analisis Reuters, terdapat 47 persaingan kursi DPR yang diperkirakan berlangsung ketat. Jika kontestasi lainnya berjalan sesuai prediksi, Demokrat hanya perlu memenangkan 13 dari 47 pertarungan tersebut untuk merebut mayoritas DPR.
3. Data Ketenagakerjaan JOLTs AS
Lowongan kerja di Amerika Serikat (AS) secara tak terduga meningkat sebanyak 333.000 menjadi 7,523 juta pada September 2026, dari 7,19 juta pada Agustus yang telah direvisi naik. Angka tersebut melampaui ekspektasi pasar sebesar 7,10 juta sekaligus menjadi level tertinggi dalam empat bulan terakhir.
Peningkatan lowongan kerja terjadi di sejumlah sektor, terutama jasa profesional dan bisnis yang bertambah 106.000, serta pemerintah negara bagian dan lokal (di luar sektor pendidikan) sebanyak 104.000.
Sektor manufaktur mencatat kenaikan 54.000 lowongan, konstruksi bertambah 36.000, dan perdagangan grosir naik 21.000.
Berdasarkan wilayah, lowongan kerja meningkat di kawasan Barat sebanyak 244.000, Midwest 90.000, dan Timur Laut 49.000. Sebaliknya, kawasan Selatan mengalami penurunan 49.000.
Sementara itu, jumlah perekrutan dan total pekerja yang keluar dari pekerjaan relatif tidak berubah, masing-masing sekitar 5,4 juta dan 5,3 juta.
Di sisi lain, jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) dan pemberhentian turun menjadi 1,641 juta, level terendah sejak Maret 2025.
Jumlah pekerja yang mengundurkan diri secara sukarela (quits) justru meningkat menjadi 3,37 juta. Tingkat pengunduran diri (quits rate), yang mengukur persentase pekerja yang secara sukarela meninggalkan pekerjaannya setiap bulan, naik menjadi 2,1% atau tertinggi dalam lebih dari setahun.
4. KSSK: Stabilitas Keuangan RI Terjaga, Ekonomi Diproyeksi Tumbuh 5,4-5,5%
Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menilai stabilitas sistem keuangan Indonesia masih terjaga sepanjang kuartal III-2026, meskipun tekanan terhadap perekonomian dan pasar keuangan meningkat memasuki Oktober.
Tekanan tersebut dipicu oleh eskalasi geopolitik global, kenaikan harga energi, ketatnya likuiditas, serta gejolak pasar saham domestik akibat kekhawatiran terkait MSCI.
Dari sisi fiskal, realisasi pendapatan negara hingga September 2026 mencapai Rp2.341,5 triliun, tumbuh 25,5% secara tahunan (year-on-year/yoy). Sementara itu, belanja negara mencapai Rp2.660,5 triliun atau meningkat 19% yoy, didorong pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG), bantuan sosial, subsidi energi, dan pembangunan infrastruktur.
(kiri ke kanan) Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK), Friderica Widyasari; Menteri Keuangan, Suahasil Nazara; Gubernur BI, Destry Damayanti; dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu saat konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Gedung Thamrin, Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (3/11/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
|
Di pasar keuangan, aliran modal asing secara kumulatif masih mencatatkan arus masuk bersih (net inflow) sebesar US$13,23 miliar sepanjang Januari hingga 23 Oktober 2026. Investor asing juga membukukan pembelian bersih SBN sebesar Rp28,79 triliun di tengah volatilitas pasar global.
Sementara itu, transaksi menggunakan mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT) dengan tujuh negara mitra mencapai US$52,6 miliar sepanjang Januari-September 2026, lebih dari dua kali lipat nilai transaksi sepanjang 2025 sebesar US$25,7 miliar.
Meski menghadapi tekanan global, pemerintah tetap optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,4-5,5% pada 2026, ditopang konsumsi rumah tangga, stimulus pemerintah, dan ekspor. KSSK akan terus memperkuat koordinasi kebijakan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah risiko global dan domestik.
5. 18 Emiten Akan Delisting dari BEI pada 10 November 2026
Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menghapus pencatatan saham (delisting) sebanyak 18 emiten, efektif mulai 10 November 2026. Keputusan ini diambil karena perusahaan mengalami masalah signifikan terhadap kelangsungan usaha dan tidak menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai.
Dari jumlah tersebut, tujuh emiten telah dinyatakan pailit, termasuk PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), PT Cowell Development Tbk (COWL), dan PT Omni Inovasi Indonesia Tbk (TELE). Sementara itu, 11 emiten lainnya telah mengalami suspensi perdagangan saham selama lebih dari 50 bulan.
BEI menyatakan keputusan ini diambil setelah melalui berbagai tahapan pembinaan dan pemberian kesempatan bagi perusahaan untuk memperbaiki kinerjanya. Sebagai bagian dari perlindungan investor, BEI juga mengimbau emiten melakukan pembelian kembali saham (buyback) hingga 9 November 2026.
Delisting menyebabkan saham tidak lagi dapat diperdagangkan di BEI, sehingga berpotensi mengurangi likuiditas dan menyulitkan investor untuk menjual kepemilikannya. Investor perlu mencermati keterbukaan informasi terkait pelaksanaan buyback sebelum tanggal efektif delisting.
6. BEI Perketat Pengawasan Manipulasi Saham dan Laporan Free Float Emiten
Bursa Efek Indonesia (BEI) akan memperketat pengawasan perdagangan saham dan pelaporan kepemilikan saham publik (free float) sebagai bagian dari reformasi pasar modal, menyusul sorotan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap aspek penegakan hukum (enforcement) di Indonesia.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, bursa tengah memperbarui mekanisme dan teknologi pengawasan (surveillance). Sebelumnya, pengawasan dilakukan melalui pengumuman unusual market activity (UMA), suspensi perdagangan, serta investigasi tertutup yang berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Melalui mekanisme baru, BEI akan mengumumkan saham yang sedang diinvestigasi karena terindikasi manipulasi, termasuk periode perdagangan, pihak-pihak terkait, serta anggota bursa yang terlibat dalam transaksi. Selama investigasi, BEI juga dapat membatasi aktivitas hingga melakukan suspensi rekening efek.
Mekanisme tersebut telah disosialisasikan kepada seluruh anggota bursa dan akan segera diterapkan. Anggota bursa juga diminta mempersiapkan sistem untuk mengakomodasi pembatasan aktivitas rekening efek.
Selain itu, BEI akan melakukan pemeriksaan acak (random checking) terhadap laporan free float dan pihak terafiliasi untuk memastikan saham yang dilaporkan sebagai kepemilikan publik benar-benar sesuai dengan kondisi sebenarnya. Jika ditemukan ketidaksesuaian, direksi emiten yang bertanggung jawab dapat dikenakan tindakan tegas.
Langkah tersebut dilakukan setelah OJK menyatakan bahwa aspek penegakan hukum masih belum memenuhi ekspektasi MSCI. Sementara itu, aspek keterbukaan informasi, transparansi, dan likuiditas diklaim telah memenuhi harapan lembaga tersebut.
Pengetatan pengawasan diharapkan dapat meningkatkan transparansi perdagangan, memperkuat perlindungan investor, serta memperbaiki kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia. Efektivitas implementasi dan penegakan aturan akan menjadi perhatian penting di tengah sorotan MSCI.
7. Neraca Perdagangan AS September 2026
Amerika Serikat (AS) dijadwalkan merilis data neraca perdagangan September 2026 pada Rabu (4/11/2026) pukul 20.30 WIB. Data ini akan menjadi perhatian investor untuk melihat perkembangan aktivitas perdagangan internasional AS serta potensi dampaknya terhadap pergerakan dolar AS dan pasar keuangan global.
Pada Agustus 2026, defisit perdagangan AS melebar menjadi US$105,6 miliar dari US$92,8 miliar pada Juli, sekaligus menjadi defisit terbesar sejak Maret 2025. Pelebaran tersebut terutama dipicu lonjakan impor sebesar US$17,2 miliar ke rekor tertinggi US$420,8 miliar, sementara ekspor hanya meningkat US$4,5 miliar menjadi US$315,2 miliar.
Peningkatan impor terutama berasal dari minyak mentah, emas nonmoneter, semikonduktor, dan mesin industri. Sementara itu, kenaikan ekspor ditopang oleh emas, minyak mentah, serta barang modal, termasuk semikonduktor dan komputer.
Untuk September 2026, konsensus pasar memperkirakan defisit perdagangan AS kembali melebar menjadi US$108 miliar, dari US$105,6 miliar pada bulan sebelumnya.
Realisasi data tersebut akan dicermati untuk mengukur kekuatan permintaan domestik AS dan perkembangan perdagangan global. Defisit yang lebih besar dari perkiraan berpotensi memberikan tekanan terhadap dolar AS, sementara defisit yang lebih kecil dapat menjadi sentimen positif bagi mata uang tersebut.
Berikut agenda ekonomi hari ini, Rabu (4/11/2026):
-
Opening Ceremony Krista Interfood Expo 2026 dan Puncak Penganugerahan Indonesia Food Innovation (IFI) 2026 di NICE PIK 2, Kabupaten Tangerang. Turut hadir Menteri Perindustrian
-
Media Briefing Laporan Keuangan Kuartal III-2026 PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. di Daun Muda Soulfood by Javanegra, Menteng, Jakarta Pusat
-
Media Gathering Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri untuk persiapan pelaksanaan KTT ASEAN ke-49 di Filipina dan Isu ASEAN lainnya di Foyer Ruang Nusantara Kemlu RI, Jakarta Pusat
-
Lazada Media Coffee Chat di East Quarter Grand Indonesia East Mall, Jakarta Pusat.
-
China akan merilis data RatingDog Services PMI dan Composite PMI periode Oktober 2026.
-
Zona Euro akan merilis data inflasi dan PMI sektor jasa periode Oktober 2026.
-
Amerika Serikat (AS) akan merilis data ketenagakerjaan swasta ADP periode Oktober 2026.
-
AS akan merilis data neraca perdagangan September 2026.
-
AS akan merilis data ISM Services PMI dan S&P Global Services PMI periode Oktober 2026.
-
Energy Information Administration (EIA) akan merilis data persediaan minyak mentah mingguan AS.
-
Bank sentral Swedia (Riksbank) dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunga.
Berikut agenda korporasi hari ini:
RUPS Rencana Roda Vivatex Tbk
RUPS Rencana 30-06-2026 PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk
RUPS Rencana PT Sinar Terang Mandiri Tbk
Tanggal DPS Dividen Tunai Interim PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk
Tanggal DPS Saham Bonus PT Prima Globalindo Logistik Tbk
Tanggal cum HMETD PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk
Berikut indikator ekonomi terbaru:
Leave a comment